Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio mengaku siap dievaluasi manajemen tim terkait performa memimpin Marko Simic dan kawan-kawan. Tapi, juru formasi asal Italia itu belum mau memikirkannya karena ada pekerjaan berat yang harus dilalui.
Seperti diketahui, Macan Kemayoran --julukan Persija-- menelan dua kekalahan beruntun sejak dimulainya Seri tiga BRI Liga dari Bali United dan Borneo FC. Padahal, sebelum itu, tim kesayangan Jakmania itu mampu mengalahkan rival mereka Persib Bandung.
Alhasil, kini Persija berada di papan tengah klasemen sementara BRI Liga 1. Seperti diketahui, tim asal ibu kota ini ditargetkan berada di posisi tiga besar.
Terkait performa tim, Angelo Alessio siap bertanggung jawab. Hanya saja saat ini ia masih punya pekerjaan berat membuat tim kembali ke jalur kemenangan.
"Jadi ini adalah pekerjaan saya. Tapi saya rasa saya tidak mau memikirkan itu (evaluasi) karena fokus saya adalah di tim. Kami memiliki beberapa masalah, saya harus menyelesaikannya," kata Angelo Alessio dalam jumpa pers virtual, Senin (29/11/2021) malam.
Berikutnya, Persija akan menghadapi Tira Persikabo, Jumat (3/12/2021). Laga ini bakal terasa berat karena Persija tidak akan diperkuat tiga pemain andalannya.
"Pertandingan berikutnya kami tidak bisa memainkan Riko (Simanjuntak) diskors dan kemudian Osvaldo (Haay) dan Novri (Setiawan) yang cedera. Ini masalah saya dan kami memainkan permainan dan mempersiapkan pertandingan melawan mereka dengan pemain lainnya," terangnya.
Alessio sadar betul posisinya tidak sedang baik-baik saja. Apalagi, manajemen Persija berencana melakukan evaluasi setelah putaran pertama BRI Liga 1 selesai.
"Saya harus memikirkan ini, saya harus memikirkan pekerjaan saya. Saya tahu pekerjaan saya karena kami kehilangan dua pertandingan," jelas mantan asisten pelatih Juventus itu.
Baca Juga: Link Live Streaming Bali United vs Persiraja Banda Aceh di BRI LIga 1
"Satu, kami gagal eksekusi penalti dan sekarang kami kebobolan gol di akhir pertandingan. Ini adalah sepak bola," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati