Suara.com - Dengan performa yang masih naik turun dan minimnya ketajaman lini depan, memaksa Barcelona untuk aktif di bursa transfer musim dingin awal tahun depan dan Pemain Manchester United Edinson Cavani dikabarkan menjadi target mereka.
Dilaporkan Football Espana, Selasa (14/12/2021), manajemen Barcelona saat ini tengah berupaya mencari dana cukup yang memungkinkan mereka belanja pemain pada Januari 2022.
Seperti diketahui, karena masalah finansial, Barca tidak dalam posisi untuk menambah skuad mereka. Akan tetapi kesepakatan pembiayaan dengan CVC menjadi angin segar
Namun tetap saja, Barcelona tidak diharapkan untuk membeli pemain dengan harga mahal. Dengan kata lain, Barcelona harus mencari penyerang berpengalaman, cerdas, tajam dan bisa bermain dengan filosofi sepak bola yang diusung sang pelatih Xavi Hernandez.
Edinson Cavani pun digadang-gadang sebagai pilihan Barcelona paling tepat untuk saat ini. Sebagaimana diketahui, Cavani yang kini berusia 34 tahun, masih berkeinginan tampil reguler. Hal itu tidak didapatkannya di Manchester United.
Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Old Trafford di musim panas tahun ini semakin membuat Cavani kesulitan untuk selalu masuk starting eleven. Ditambah, kepemimpinan di Old Trafford kini berada di tangan Ralf Rangnick, pelatih yang lebih memilih membentuk pemain muda ketimbang mengandalkan pemain yang kaya pengalaman.
Terlepas dari hal tersebut, kontrak Cavani di Manchester United akan berakhir musim ini. Artinya, pemain Uruguay itu akan tersedia di pasar dengan harga murah.
Barcelona pun kabarnya mulai bergerak untuk mendapatkan Cavani. Kehadiran Cavani dinilai bisa menjadi solusi atas minimnya produktivitas gol Blaugrana.
Tapi ada satu masalah, Cavani telah melewatkan 10 pertandingan terakhir karena masalah tendon. Mengingat masalah kebugaran pemain Barcelona saat ini, mereka harus memikirkan dengan matang jika benar-benar ingin meminang rekan Luis Suarez di Timnas Uruguay itu.
Baca Juga: Real Madrid Vs PSG, Toni Kroos: Kami Pede Bisa Lolos ke Perempat Final Liga Champions
Berita Terkait
-
Real Madrid Hancur dari Dalam! Los Blancos Bakal Hukum Berat Valverde dan Tchouameni?
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
-
Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958
-
4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra
-
Respons Pelatih Thailand Usai Masuk Grup Neraka Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
-
Taktik Psikologis John Herdman Siap Sulap Timnas Indonesia Jadi 'Kuda Hitam' Piala Asia 2027