Tak Cuma Larangan Main, Aturan Bubble Singapura Bikin PSSI Didenda Rp 105 Juta

Minggu, 02 Januari 2022 | 10:17 WIB
Pemain Thailand Teerasil Dangda (kiri) berebut bola dengan pemain Indonesia Fachruddin Wahyudi Aryanto pada pertandingan leg kedua final sepak bola Piala AFF Suzuki 2020 antara Thailand dan Indonesia di Stadion Nasional Singapura, pada (1/12/2022). [ROSLAN RAHMAN / AFP]

Hingga akhirnya, skor akhir final leg kedua itu berakhir 2-2, menjadikan Thailand mempertahankan gelar kampiun dengan skor agregat 6-2.

Akibat aturan bubble Singapura, PSSI juga ikut kena imbas. Komisi Disipilin atau Komdis AFF telah menjatuhkan sanksi denda bagi PSSI sebesar 10 ribu dolar Singapura atau setara dengan Rp 105 juta pada 23 Desember 2021 lalu.

Tak sampai di situ, H-1 jelang leg kedua final Piala AFF 2020, Elkan Baggott cs dihukum pemerintah Singapura dengan tak boleh memperkuat timnas Indonesia.

Pemerintah Singapura melalui Kepala Singapore Sport Institute, Su Chun Wei mengirimkan surat kepada PSSI pada Jumat (31/12/2021) atau beberapa jam sebelum malam tahun baru.

Klarifikasi Elkan Baggott

Elkan Baggott. (Instagram/@elkanbaggott)

Lewat unggahan di Instagram Story, Elkan Baggott coba mengklarifikasi apa yang terjadi. Dia membantah sengaja melanggar aturan bubble. Menurutnya, ada miskomunikasi yang terjadi.

"Saya ingin mengklarifikasi kepada penggemar. Kami tak tahu bahwa kami telah melanggar aturan bubble turnamen," tulis Elkan Baggott, Sabtu (1/1/2022).

"Ofisial timnas Indonesia mengatakan bahwa "kamu diperbolehkan untuk keluar dari hotel, berjalan-jalan dan mendapatkan udara segar, serta untuk membeli kebutuhan dasar di toko 7-11 (Sevel)."

"Karena itu, kami berani meninggalkan hotel karena kami menganggap hal itu tidak melanggar aturan bubble. Sedangkan apa yang ditampilkan media, membuat kami terlihat sebagai pihak yang salah."

Meski kecewa dengan apa yang terjadi, Elkan Baggott coba untuk tetap mendukung timnas Indonesia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com