Suara.com - Pakem formasi 4-2-2-2 yang diusung Ralf Rangnick sejak menjabat manajer interim Manchester United belum membuahkan hasil maksimal. Juru taktik asal Jerman itu pun kini terbuka menerapkan sistem baru.
Bersama Ralf Rangnick, Manchester United telah memainkan lima pertandingan di semua kompetisi. Pada empat laga pertama, Setan Merah tak pernah kalah menggunakan sistem 4-2-2-2 yang dinilai Rangnick cocok untuk mengakomodir sistem pressing ketat yang dia terapkan.
Namun belakangan, formasi 4-2-2-2 Rangnick mulai diragukan. Tak hanya karena Manchester United tak benar-benar tampil menjanjikan, tetapi kali ini berbuah kekalahan.
Ya, pada pertandingan terakhir di Liga Inggris kontra Wolverhampton Wanderers, Setan Merah kalah 0-1 di Old Trafford. Formasi yang diterapkan eks pelatih RB Leipzig itu pun disorot.
Jelang laga melawan Aston Villa di putaran ketiga Piala FA, Ralf Rangnick buka suara. Dia mengaku terbuka untuk menggunakan formasi lain, tak terkecuali sistem tiga bek tengah.
“Yah, saya pikir sebagian besar tim memiliki sistem mereka di Inggris dan mereka mematuhinya,” kata Ralf Rangnick dikutip dari laman resmi Manchester United, Senin (10/1/2022).
“Tetapi ada juga tim yang beralih dari tiga bek ke empat bek, atau dari empat bek ke tiga bek."
“Saya pikir dengan tim kami, kami memiliki dua opsi itu. Untuk bermain dengan tiga bek, kami harus memiliki sebagian besar bek tengah kami yang tersedia."
Manchester United bukan tim yang asing dengan formasi tige bek. Di bawah kepemimpinan Ole Gunnar Solskajer, Setan Merah fasih menggunakan skema tersebut, khususnya saat menghadapi tim-tim besar.
Baca Juga: Debut Memalukan Kieran Trippier di Newcastle, Cambridge Torehkan Sejarah
“Saya pikir kami bisa bermain di tiga bek, ini bisa menjadi opsi bagi kami, tetapi, seperti yang saya katakan, itu juga tergantung pada pemain yang tersedia, pada bentuk dan bentuk pemain saat ini dan juga, sampai batas tertentu, kepada tim yang kami lawan," tutur Rangnick.
Rangnick baru-baru ini menjelaskan perlunya menemukan keseimbangan yang tepat antara serangan dan pertahanan.
Jumlah kebobolan United telah berkurang dalam enam pertandingan terakhir - sekarang rata-rata 0,6 per pertandingan, tetapi persoalan baru muncul di mana Setan Merah jadi kesulitan merobek jala lawan.
Dalam mencari keseimbangan, pelatih asal Jerman itu telah menunjukkan bahwa dia akan fleksibel dalam hal formasi.
Apalagi dengan tak adanya adanya pertandingan tengah pekan, Rangnick memiliki waktu lebih banyak untuk menerapkan filosifinya ke dalam tubuh Manchester United dan diharapkan bisa terlihat saat melawan Aston Villa di Piala FA, Selasa (11/1/2022) dini hari WIB.
Tag
Berita Terkait
-
Nottingham Forest vs Arsenal: Arteta Minta Maaf Pasca Kalah Memalukan
-
Dihajar Nottingham Forest, Arsenal Bak Tim Amatir Berbalut Jersey Real Madrid
-
Hasil Bola Tadi Malam: Comeback Apik Juventus atas Roma, Arsenal Digilas Tim Divisi Dua
-
Kejutan! Arsenal Disingkirkan Tim Kasta Kedua Nottingham Forest Dari Piala FA
-
Hasil Piala FA: Liverpool Hantam Shrewsbury Town 4-1 di Anfield
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti