Suara.com - Ruang ganti pemain Stadion Ngurah Rai yang sempat viral di media sosial karena sempit kini telah berubah. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi melaporkan sudah dilakukan renovasi.
Beberapa waktu lalu setelah video tersebut beredar, banyak masyarakat yang menganggap ruang ganti pemain sempit tidak layak. Apalagi, digunakan untuk kompetisi kasta tertinggi, Liga 1.
Dalam laporan LIB di ruang ganti Stadion Ngurah Rai ada sekat yang membatasi, sehingga terkesan sempit. Ditambah lagi, dalam video yang beredar ke publik, lebih memperlihatkan lorong di luar ruang ganti.
Video tersebut bukanlah kondisi di dalam ruang ganti yang sesungguhnya. Oleh karena itu, dalam perbaikan yang sudah dilakukan pemerintah setempat, tembok penyekat yang berada di antara dua ruang itu telah dibongkar.
Hal itu membuat ruang ganti yang sudah direnovasi ukurannya menjadi lebih luas. Diharapkan dengan cukup luasnya ruang ganti dan beberapa fasilitas tambahan, klub bisa lebih nyaman.
“Ruang ganti yang sudah direnovasi jelas lebih panjang dibanding sebelumnya. Sekarang lebih lapang," kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (11/1/2022).
"Fasilitas lain seperti loker, kamar mandi, kursi, meja sampai dengan AC tetap tersedia sesuai dengan kebutuhan tim," ia menambahkan.
Sudjarno berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang bergerak cepat menangani masalah ini.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemprov Bali atas perbaikan yang sudah dilakukan. Untuk kelancaran kompetisi, kami akan selalu intensif berkomunikasi dengan pemerintah setempat,” pungkasnya.
Baca Juga: Ingin Boyong Mesut Ozil ke RANS Cilegon FC, Raffi Ahmad: Dia Muslim
BRI Liga 1 kini sudah memasuki Seri 4 yang digelar di Bali. Bahkan, rencananya kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air akan tetap berlangsung di Pulau Dewata hingga seri terakhir alias kelima.
Berita Terkait
-
Lagi Asyik Jalan-Jalan di Grand Indonesia, Lisa BLACKPINK Nyaris 'Nyusruk'
-
Viral Guru Bule Nangis Lihat 4 Bocah SD Salat di Ruangannya: Ada Simfoni yang Indah
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Putri Indonesia Tumbang 0-3 dari Thailand di Laga Perdana
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama