Entertainment / Gosip
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi mahasiswa dan dosen berdiskusi [Pexels.com/Mikhail Nilov]
Baca 10 detik
  • Seorang mahasiswi di perguruan tinggi swasta menawarkan gratifikasi seksual kepada dosen pembimbingnya pada 19 Mei 2026.
  • Dosen menolak tawaran tersebut secara tegas dan melaporkan tindakan pelecehan verbal itu kepada pihak dekanat kampus.
  • Pihak rektorat melakukan audit internal terhadap mahasiswi serta oknum dosen lain yang diduga terlibat skandal tersebut.

Suara.com - Jagat maya dihebohkan oleh tangkapan layar percakapan antara seorang mahasiswi tingkat akhir dan dosen pembimbingnya di sebuah perguruan tinggi swasta.

Demi mendapatkan persetujuan agar bisa mengikuti sidang skripsi pada semester depan, mahasiswi tersebut diduga nekat menawarkan liburan bersama atau staycation kepada sang dosen.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah kekasih sekaligus calon istri sang dosen, lewat akun Threads @justbe_dyy, membagikan tangkapan layar pesan tidak pantas dari mahasiswi tersebut pada Selasa, 19 Mei 2026.

"Sore pak, saya *** (disensor), boleh enggak saya ikut sidang skripsi semester depan? Saya harus lulus tahun ini pak. Kalau bapak mau staycation sama saya boleh kok pak," tulis mahasiswa tersebut.

Tak hanya itu, mengeluh karena mata kuliah sang dosen dianggap terlalu sulit dan mengaku pernah meloloskan nilai dengan cara serupa di dosen lain.

"Kenapa matkul bapak susah banget & bapak juga mempersulit aku, aku ajakin enak bapak malah marah. Dosen lain enggak ada loh pak yang kaya bapak. Mereka nerima tawaran aku dan ngasih aku nilai B. Bapaaakk pliss tolongin akuuu," tulis mahasiswi tersebut lagi.

Mendapat pesan bernada pelecehan verbal tersebut, sang dosen langsung memberikan balasan tegas dan menolak mentah-mentah tawaran tersebut.

Dia juga memanggil mahasiswi itu ke ruang dekanat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saya tegaskan bahwa ini termasuk pelecehan verbal dan saya keberatan dengan ini, anda melecehkan harga diri saya. Besok silakan datang ke ruang dekanat pukul .... Jika kamu menghindar, saya akan ajukan drop out anda dari kampus," balas sang dosen dengan tegas.

Baca Juga: Demi Konten Viral, Tren Kelulusan Sekolah Pakai Lagu Kicau Mania Disentil Netizen Malaysia

Setelah kasus ini viral, kekasih sang dosen kembali membagikan perkembangan terbaru terkait pemanggilan mahasiswi tersebut di ruang dekanat.

Berbeda dengan sikapnya di pesan singkat yang terkesan menantang, mahasiswi itu akhirnya tertunduk lesu dan mengakui semua perbuatannya.

"(Pelaku) nunduk terus. Malu. Terus mohon mohon maaf ke aku... enggak defensif kayak semalam sih," ungkap sang dosen kepada pasangannya melalui pesan singkat.

Tak hanya meminta maaf, mahasiswi tersebut juga membenarkan pengakuannya mengenai adanya "dosen lain" di kampus tersebut yang selama ini kerap menerima gratifikasi seksual darinya demi memberikan nilai bagus.

"Ngaku kok (soal dosen lain). Makanya langsung diusut ke rektorat supaya ada audit internal. Siapa aja yang sudah pakai dia," lanjut isi pesan sang dosen.

Laporan ini kini telah resmi diterima oleh pihak dekanat dan langsung diteruskan ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk dilakukan audit internal secara menyeluruh.

Pihak rektorat menjanjikan sidang internal terkait pelanggaran moral ini akan digelar paling lambat tiga hari pasca-laporan diterima untuk menentukan nasib akademis mahasiswi tersebut serta mengusut oknum-oknum dosen lain yang terlibat.

Load More