Suara.com - Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas mengakui klubnya sempat tertarik untuk merekrut pemain sayap Saddil Ramdani dari klub Liga Super Malaysia, Sabah FC, untuk memperkuat Macan Kemayoran pada putaran kedua BRI Liga 1.
"Benar, Saddil pernah masuk dalam daftar kami untuk didatangkan. Namun karena satu-dua hal, dia tidak jadi kami rekrut," ungkap pria yang akrab disapa Bepe itu seprerti dimuat Antara, Jumat (21/1/2022).
Menurut Bambang, pertimbangan untuk tidak menghadirkan Saddil datang dari pelatih Persija sebelumnya, Angelo Alessio.
Alessio, kata Bepe, hanya tertarik dengan pemain yang dianggapnya dapat meningkatkan performa tim.
"Tujuh pemain baru yang didatangkan pada putaran kedua merupakan hasil diskusi dengan Angelo, dan itu tak hanya satu sampai dua minggu. Kami memberikannya video dan curriculum vitae. Kami mengakomodasi kebutuhan tim sesuai permintaan Angelo. Itulah kenapa dalam diskusi kami juga menyampingkan beberapa pemain berlevel A. Selain Saddil, ada beberapa nama top lain yang kami diskusikan untuk posisi sayap, tetapi Angelo memilih Irfan Jauhari," ungkap Bepe.
Meski begitu, Persija tidak menutup kemungkinan untuk mengontrak Saddil pada musim berikutnya.
"Soal itu, kami akan berdiskusi dengan Sudirman (pelatih Persija saat ini-red) soal bagaimana kami akan membentuk tim ini ke depan. Dari sana kami akan mendapatkan nama-nama yang bergabung dengan Persija," ungkap eks penyerang andalan Persija dan Timnas Indonesia.
Persija mengikat tujuh pemain baru, yaitu Ichsan Kurniawan, Samul Christianson, Ahmad Bustomi, Makan Konate, Ikhwan Ciptady, Irfan Jauhari dan Syahrian Abimanyu untuk mengarungi putaran kedua Liga 1 2021/ 2022.
Namun setelah mereka hadir di skuad Macan Kemayoran, Persija justru mendepak Angelo Alessio. Alessio kemudian digantikan oleh asisten pelatih Persija, Sudirman mulai Rabu (19/1/2022).
Baca Juga: Posisi Sudirman sebagai Juru Taktik Persija Dipastikan Aman sampai BRI Liga 1 Tuntas
Berita Terkait
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Shin Tae-yong Gagal Total? Persija Tumbang dari Persib, Gagal ke Final Piala Presiden 2026
-
Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan