Suara.com - PSS Sleman memanfaatkan jeda kompetisi Liga 1 dengan menambah porsi berlatih penggawa tim berjuluk Super Elang Jawa.
"Kita memanfaatkan jeda waktu pertandingan yang tidak cukup panjang ini untuk latihan. Kita juga ada fasilitas pantai dan kita manfaatkan hal tersebut," kata pelatif fisik PSS Sleman Kartono Pramdhan dalam laman klub, Senin (24/1/2022).
Berlatih di pantai menjadi salah satu agenda tambahan latihan yang telah digelar di Pantai Kuta, Badung, Bali, kemarin sebagai "sarapan pagi".
Sore harinya, para pemain latihan di Stadion Trisakti, Legian, Bali, yang fokus kepada materi pengambilan bola mati.
Mantan Pelatih Persib U-16 itu juga menambahkan ingin mengisi "bensin" Riki Dwi dan kolega agar bisa menjalani pertandingan berikutnya hingga akhir kompetisi dengan lancar.
"Kami melakukan latihan sirkuit. Ada tujuh pos yang kami buat dan coba bagi lima pemain di tiap pos. Setiap pemain nantinya akan berpindah dari satu pos ke pos lainnya," tambahnya seperti dimuat Antara.
Menurut pelatih fisik timnas Indonesia tersebut, materi latihan berkutat pada kekuatan dan kecepatan sehingga pemain bisa lebih kuat dalam menjalani pertandingan dan berlatih.
"Latihan ini kami lebih tekankan pada kekuatan dan kecepatan. Reaksi dari latihan ini juga kami butuhkan untuk bekal di pertandingan selanjutnya menghadapi Persebaya Surabaya," pungkasnya.
PSS Sleman menempati peringkat sepuluh klasemen Liga 1 dengan 25 poin atau sama dengan Persita Tangerang namun unggul selisih gol.
Duel Persebaya vs PSS Sleman akan digelar Sabtu (29/1/2022).
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
-
Persija Tumbang dari Persebaya, Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Kelemahan Macan Kemayoran
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan
-
Mitsubishi Fuso Siapkan 6 Langkah Antisipasi untuk Konsumen yang Gunakan Solar B50
-
GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit