Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Layanan Purnajual di Balikpapan

Kamis, 17 September 2026 | 21:18 WIB
XCMG pada 16 September 2026 mulai membangun pusat remanufaktur di Balikpapan, Kalimantan Timur yang akan menjadi basis layanan purnajual alat berat pertambangannya di Indonesia. [Dok XCMG]
BACA 10 DETIK
  • Produsen alat berat XCMG asal China mulai membangun pusat layanan purnajual di Balikpapan.
  • Fasilitas tersebut berfungsi mengintegrasikan overhaul komponen, pergudangan suku cadang, pelatihan teknisi, dan rekondisi unit bekas secara menyeluruh.
  • Proyek pembangunan ini bertujuan mempersingkat waktu tunggu perbaikan, menekan biaya, serta meningkatkan efisiensi operasional bagi pelanggan.

Suara.com - Produsen alat berat China, XCMG pada pekan ini resmi mulai membangun pusat layanan purnajual di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Fasilitas Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia itu akan menjadi pusat overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama XCMG di luar Tiongkok. Ini menjadi langkah penting penguatan strategi lokalisasi XCMG di Indonesia.

Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas layanan purnajual ini digelar pada Rabu (16/9/2026) dan dihadiri oleh General Manager XCMG Mining Machinery Business Division, Ren Daming dan perwakilan pemerintah Indonesia.

XCMG Indonesia, dalam keterangannya mengungkapkan pusat remanufaktur di Balikpapan mengintegrasikan berbagai fungsi utama, termasuk overhaul dan remanufaktur komponen inti, pergudangan suku cadang regional, pelatihan tenaga teknis lokal, serta rekondisi unit bekas.

"Dengan demikian, berbagai tahapan penting mulai dari pengumpulan dan inspeksi komponen bekas, pemulihan dan remanufaktur, penyediaan suku cadang, hingga layanan di lapangan dapat terhubung secara menyeluruh, membentuk sistem layanan purnajual yang mencakup seluruh masa operasional peralatan.," terang perusahaan.

Setelah proyek selesai dibangun, sebagian besar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan secara lokal, sehingga secara efektif mempersingkat waktu tunggu akibat penghentian operasional peralatan, memastikan performa peralatan setelah diperbaiki, serta membantu pelanggan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

"Langkah ini juga akan meningkatkan ketersediaan peralatan, sekaligus mendorong XCMG bertransformasi dari pemasok peralatan tradisional menjadi penyedia solusi untuk seluruh masa operasional peralatan," imbuh produsen alat berat terbesar asal Tiongkok tersebut.

Dengan pembangunan pusat remanufaktur ini, XCMG mempertegas strategi lokalisasi di Indonesia. Sebelumnya perusahaan sudah membangun pabrik perakitan alat berat pertambangan di Maluku Utara.

Selain itu XCMG juga sudah memiliki pusat R&D XCMG di Indonesia, yang juga telah beroperasi. Perusahaan pembiayaan XCMG pun sudah tersedia di Tanah Air.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com