Suara.com - Pratama Arhan menggebrak pasar Asia. Usai bergabung dengan Tokyo Verdy, pemain asal PSIS Semarang ini langsung masuk 10 besar pemain termahal klub.
Arhan baru saja direkrut Tokyo Verdy untuk bermain di Liga 2 Jepang. Pemain 20 tahun ini diboyong dengan durasi kontrak 2 tahun.
Merujuk laman Transfermarkt, nilai pasar Arhan sekitar 325 ribu euro. Jika dirupiahkan, nilainya setara Rp 5,2 miliar.
Masuknya Arhan di jajaran sepuluh besar tak lepas dari rincian pemain termahal klub. Sebagai pemain muda, nilai pasar termahal masih jadi milik Rihito Yamamoto dengan nilai pasar 700 ribu euro atau setara Rp 11 miliar.
Yamamoto sendiri adalah pemain kunci dari Verdy. Pemain berposisi sebagai gelandang bertahan ini kerap menjadi pilihan utama di starting IX.
Jika Arhan sudah masuk dalam 10 besar, bukan tak mungkin nilai pasarnya akan terus melonjak. Terlebih, jika Arhan bisa tampil reguler dan berprestasi, nilai pasar pemain Blora ini bisa meroket.
Sementara itu, Pratama Arhan akan menjadi bagian Tokyo Verdy mengarungi J2 League. Ia diboyong Tokyo Verdy dari PSIS Semarang dengan durasi kontrak dua tahun.
Pratama Arhan menjadi pemain Asia Tenggara keenam yang saat ini tengah berkarier di J2 League, atau kasta kedua Liga Jepang.
Sebelum Pratama Arhan bergabung, sebelumnya sudah ada dua pemain asal Vietnam, dua pemain Filipina, dan satu pemain Thailand, yang telah terlebih dahulu bergabung dengan klub J2 League.
Baca Juga: 5 Hits Bola: Cuma Sekali Kalah di Liga 1, Arema FC Disorot Media Asing
Dua pemain Vietnam yang dimaksud yakni Vu Hong Quan dan Pham van Luan, sementara dua pemain Filipina ialah Paul Tabinas dan Jefferson Tabinas. Adapun pemain Thailand tersebut yakni Sittichok Paso.
[Kusuma Alan]
Berita Terkait
-
Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
-
Boaz Solossa dan Bambang Pamungkas Lewat, Legenda Timnas Indonesia Lebih Akui Kehebatan Ole Romeny
-
Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan