Suara.com - Pelatih Chelsea Thomas Tuchel tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya meski dikalahkan Liverpool pada final Piala Liga Inggris melalui drama adu penalti di Stadion Wembley, London, Senin (28/2/2022) dini hari WIB.
Dikutip Antara dari situs resmi klub, Senin, Tuchel mengatakan skuad Chelsea tidak boleh menyesal soal kekalahan ini dan mereka telah melakukan banyak hal yang bagus sepanjang Piala Liga Inggris.
"Kami tidak boleh memiliki penyesalan apapun, saya sangat bangga dengan penampilan tim, ada banyak hal bagus," terang Tuchel.
Soal kekalahan pada partai final melawan Liverpool, Tuchel mengatakan mereka harus mengakui kualitas dari lawannya yang mungkin merupakan lini serang paling berbahaya di Eropa saat ini.
Menurutnya, penampilan Chelsea yang mampu bertahan dan bermain selama 120 menit melawan Liverpool membuat dirinya bangga dan ia melihat sebuah pertandingan yang sepak bola yang brilian.
"Kami harus mengakui kualitas dari lawan dan ini mungkin lini serang paling berbahaya yang ada di Eropa saat ini, dan penuh dengan kualitas individu yang memainkan ritme tinggi," terang Tuchel.
"Jadi bertahan dan bermain seperti ini dalam level ini membuat saya sangat bangga hari ini. Saya melihat pertandingan sepak bola yang brilian selama 120 menit, kami memainkan bagian besar dalam itu," sambung dia.
Chelsea bermain imbang 0-0 selama 120 menit pertandingan melawan Liverpool yang memaksa kedua tim harus melanjutkan laga pada adu penalti.
Pada adu penalti, Chelsea harus mengakui keunggulan Liverpool setelah penendang ke-11 mereka, kiper Kepa Arrizabalaga, gagal menjalankan tugasnya dan membuat The Blues kehilangan gelar Piala Liga Inggris tahun ini.
Baca Juga: Hasil Bola Tadi Malam: Liverpool Kalahkan Chelsea, Napoli Tekuk Lazio, Barcelona Menang Telak
Berita Terkait
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
Thomas Tuchel: Inggris Siap Bertarung Hadapi Argentina yang Sarat Emosi
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Inggris vs Argentina: Thomas Tuchel Kantongi Strategi Redam Lionel Messi
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
24 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Kerahkan KN SAR Kamajaya
-
4 Rekomendasi Parfum SAFF & Co. Paling Wangi dan Tahan Lama, Lengkap dengan Review
-
I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil
-
Takut Dihakimi Manusia, 6 dari 10 Gen Z Indonesia Pilih Curhat ke AI
-
Cara Cek Sepatu New Balance 530 Ori, Kenali Bedanya dengan yang KW
-
Ikut Beri Dukungan, Tom Cruise Bagikan Momen usai Nonton Film The Odyssey
-
CENTCOM: 50 Ribu Pasukan Amerika Serikat Siaga Serang Iran
-
5 Rekomendasi Sepatu Jalan yang Nyaman untuk Pemakaian Sehari-hari, Ringan dan Empuk
-
Harta Karun di Balik Serat Kayu: Kisah Guru Trenggalek Merawat Manuskrip Islam Abad ke-19
-
Janji Fabio Calonego Usai Memperpanjang Masa Bakti Bersama Persija Jakarta