Suara.com - Pelatih Ansan Greeners, Cho Min-kook mengatakan bahwa Asnawi Mangkualam gampang kehabisan stamina. Hal itu terlihat ketika timnya kalah dari Pyeongchang United di Piala FA Korea, Rabu (9/3/2022).
Asnawi bermain sebagai starter dalam laga tersebut setelah tiga laga sebelumnya bersama Ansan Greeners ia hanya duduk di bangku cadangan.
Awalnya pemain berusia 22 tahun ini menunjukkan performa apik di babak pertama. Buktinya dengan catatan satu assist yang dibuat oleh Asnawi usai mengirimkan umpan ke Go Iwase.
Namun, pada babak kedua Asnawi disebut sudah kehabisan stamina oleh Cho Min-kook. Faktor itu menjadi salah satu kegagalan Ansan Greeners menang dan terkena comeback.
"Napas para pemain yang tidak sering bermain ternyata lebih sulit dari yang diperkirakan. Tampaknya salah dengan latihan," ucapnya dikutip dari Sports G, Jumat (11/3/2022).
"Jadi setelah babak pertama saya hati-hati menginstruksikannya untuk melakukan dengan baik setiap umpan. Selain itu, lawan mengincar serangan baik, jadi dia seharusnya menyelesaikan serangan dan turun (membantu pertahanan)," imbuhnya.
Bahkan pelatih asal Korea Selatan itu terang-terangan mengkritik Asnawi. Ia menyebut pemain Indonesia itu bagus dalam menyerang, tapi masih kurang dalam bertahan.
"Serangannya bagus, tapi pertahanannya masih kuran," sambung Cho Min-kook lagi.
Dengan kritikan dari pelatih tersebut, Asnawi tentu harus berjuang lebih keras lagi agar mendapatkan kepercayaan dari sang pelatih. Sebab, ada sisi positif yang diliat dari eks PSM Makassar itu dari pelatih Ansan Greeners.
Baca Juga: Patut Diwaspadai, Eks Pemain Wolves Dipanggil Kim Pan-gon ke Timnas Malaysia
Sementara itu, atas kekalahan ini Ansan Greeners mengalami awal musim yang buruk. Sebab mereka belum merasakan satu kemenangan sekalipun.
Di awal K League 2, klub Asnawi ini hanya imbang melawan Busan IPark. Kemudian mereka mengalami tiga kekalahan beruntung dari Bucheon, Seoul E-Land, dan terbaru Pyeongchang United.
Berita Terkait
-
Prediksi Manchester City vs Sporting Lisbon dan 4 Berita Bola Terkini
-
Ansan Greeners Kalah Lagi, Sang Pelatih Kritik Kemampuan Bertahan Asnawi Mangkualam
-
Momen Asnawi Mangkualam Bikin Assist, Kirim Umpan Matang yang Diselesaikan Sundulan
-
Asnawi Mangkualam Cetak Assist, Ansan Greeners Kena Comeback Klub Divisi Empat Liga Korea
-
Asnawi Mangkualam Starter di Piala FA Korea, Posisi Bermainnya Disorot Netizen
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Jepang Dibungkam di Senayan, Hector Souto Soroti Mental Baja Timnas Futsal Indonesia
-
Tiga Pemain Timnas Futsal Indonesia Cedera, Hector Souto Tidak Mau Pusing Lawan Iran
-
Bukan Soal Talenta, John Herdman Temukan Kegagalan Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert
-
Media Belanda Nilai Kehadiran Mauro Zijlstra Bagian Rencana Persija Kudeta Persib Bandung
-
Adu Ranking Timnas Futsal Indonesia vs Iran Jelang Final Piala Asia Futsal 2026
-
Ivar Jenner Resmi ke Dewa United, Janji Bawa Perubahan Besar di Lini Tengah Banten Warriors
-
Pernah Sambut Kevin Diks, Kini Pemain Jepang Ini Jadi Penyambut Maarten Paes di Ajax
-
Amin Younes Pilih Bertahan di FC Schalke 04, Fokus Bantu Promosi ke Bundesliga
-
Debutan vs Peraih 13 Gelar: Bisakah Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Iran di Final?
-
Gabung Dewa United, Ivar Jenner Jadikan Pengalaman di Eropa Sebagai Modal