Suara.com - Pelatih Juventus Massimiliano Allegri meyakini timnya akan kesulitan untuk meraih kemenangan ketika berhadapan dengan Sampdoria pada pekan ke-29 Liga Italia di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Sabtu malam waktu setempat.
Dikutip Antara dari situs resmi klub, Sabtu, Allegri mengatakan meraih kemenangan di Genoa, melawan Genoa atau Sampdoria selalu sulit karena tim tersebut selalu tampil baik di hadapan pendukungnya dan Juventus perlu memiliki karakter agar bisa meraih hasil yang mereka inginkan.
"Menang di Genoa selalu sulit, baik melawan Genoa atau Sampdoria, Mereka bertransformasi saat bermain di kandang. Kita perlu memiliki karakter untuk mendapatkan hasil yang kita cari," jelas Allegri.
Soal Sampdoria, Allegri menilai Il Samp di bawah asuhan Marco Giampaolo di dua pertandingan terakhirnya di kandang patut diwaspadai karena catatan yang bagus.
Tercatat Sampdoria berhasil mencetak enam gol tanpa kemasukan satu pun gol dan 25 persen gol mereka hadir pada 15 menit pertama pertandingan, oleh sebab itu Juventus perlu mengawalinya dengan benar pada pertandingan ini.
"Dalam dua pertandingan kandang mereka dengan Marco Giampaolo sebagai pelatih, Sampdoria telah mencetak enam gol dan tidak kebobolan. 25 persen dari gol mereka dicetak dalam 15 menit pertama, jadi pendekatan kami harus tepat," ungkap Allegri.
Pelatih asal Italia itu lanjut mengatakan, saat ini fokus Juventus adalah mengakhiri musim di empat besar, entah pada posisi keempat, ketiga atau kedua.
Hal yang terpenting saat ini adalah Juventus mampu melanjutkan tren positif mereka dan mengamankan posisi empat setelah pada lima pertandingan sama sekali belum menelan kekalahan.
"Target kami adalah finis di empat besar. Apakah keempat, ketiga atau kedua, itu tidak penting. Yang penting adalah kami melanjutkan laju positif kami dan mempertahankan posisi keempat," tegas Allegri.
Berita Terkait
-
Alisson Becker Semakin Dekat Gabung Juventus
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Hasan Salihamidzic Legenda Bosnia: Dari Medan Perang Hingga Bayern Munchen dan Juventus
-
AC Milan hingga Juventus Berebut Tanda-tangan Bek Manchester City, Siapa yang Dapat?
-
AS Roma Hajar Fiorentina 4-0, Persaingan Tiket Liga Champions Memanas
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Bek Borussia Dortmund Pilih Langkah Mengejutkan
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?