Suara.com - Jelang memasuki bulan suci ramadan 1443 hijriah, dua pesepak bola terkenal memutuskan menjadi mualaf atau memeluk agama islam.
Satu sosok sudah pensiun yaitu Clarence Seedorf dan yang kedua masih aktif bermain bersama Arsenal, yaitu Thomas Partey.
Seedorf lebih dulu mengumumkan menjadi mualaf. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Seedorf menyampaikan ucapan terima kasih kepada publik yang sudah mendukung keputusannya.
Sementara Thomas Partey baru-baru ini menjadi mualaf. Potret dirinya berada di Islamic Centre beredar di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Clarence Seedorf
Legenda AC Milan ini memeluk agama Islam setelah menikah dengan wanita bernama Sophia Makramati. Diketahui Seedorf belajar banyak dari sang istri mengenai Islam.
Menurut laporan Arabian Business, Clarence Seedorf dan Sophia Makramati telah menikah dua tahun yang lalu. Dalam perjalanan pernikahannya itu, Clarence Seedorf belajar banyak agama Islam dari Sophia Makramati.
Meski merupakan kelahiran Kanada, Sophia memiliki darah Iran dan seorang muslim.
Lebih lanjut, pria yang kini berusia 45 tahun tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak akan berganti nama setelah mualaf. Ia masih bakal menggunakan nama Clarence Seedorf.
Baca Juga: Diminati Arsenal dan Liverpool, Paulo Dybala Pilih Susul Lionel Messi ke PSG
Thomas Partey
Salah satu sumber yang membagikan kabar bahwa Partey telah menjadi mualaf adalah akun Instagram muslimathletes, Jumat (18/3/2022).
"Thomas Partey hari ini resmi masuk Islam," tulis akun tersebut.
Dalam foto itu, tampak pemain kelahiran Ghana tersebut tengah bersama dengan seorang pemuka agama. Media Arab, Erem Sport mengabarkan jika Thomas Partey memeluk Islam dengan dibantu Sheikh Muhammad Al-Azhari di London.
Thomas Partey merupakan salah satu pilar Arsenal. Pemain berusia 29 tahun tersebut bergabung dengan Arsenal pada Oktober 2022 setelah dibeli dari Atletico Madrid.
HIngga saat ini, Thomas Partey sendiri belum membagikan unggahan apapun di media sosialnya terkait keputusannya menjadi seoarang muslim.
Berita Terkait
-
Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah
-
Jadwal Perempat Final Piala FA 2026: Manchester City vs Liverpool Jadi Laga Utama
-
Jadwal Liga Italia Pekan ke-31: Napoli vs AC Milan dan Inter vs AS Roma Jadi Sorotan
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Thomas Tuchel Peringkatkan Phil Foden, Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Belum Aman dari Degradasi, PSIM Yogyakarta Bidik Poin di Kandang Dewa United
-
Dony Tri Pamungkas Jawab Rumor Abroad Ke Eropa Setelah Dapat Wejangan Khusus dari Calvin Verdonk
-
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Ketum FIGC
-
4 Bintang Persija Jakarta Kembali Usai Bela Timnas Indonesia Kini Siap Tempur Lawan Bhayangkara FC
-
Buntut Kasus Dean James, Total 25 Pemain Asing di Belanda Ikut Terseret Skandal Paspor KNVB
-
BRI Super League: Borneo FC Waspadai Kebangkitan Madura United
-
Peran Krusial Ajax Selamatkan Maarten Paes dari Jerat Sanksi KNVB