Suara.com - Musim panas lalu, Roberto Mancini dielu-elukan karena berhasil merevolusi timnas Italia kembali menjadi kekuatan besar di sepak bola Eropa setelah menjuarai EURO 2020.
Namun, belum genap setahun berlalu dari adegan yang mirip seperti kegiatan rutin di sebuah ajang temu jumpa idola dan penggemar itu, Italia tiba-tiba mengalami nasib serupa 2017 silam yakni gagal memperoleh tiket putaran final Piala Dunia.
Berdasarkan hasil undian playoff kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa, Italia bertemu dengan Makedonia Utara di semifinal Jalur C. Pertandingan itu tak ubahnya sebuah duel antara tim juara Eropa dan tim yang baru saja melakoni debut mereka di turnamen internasional pada musim panas lalu.
Secara komposisi tim, Italia seharusnya tidak kesulitan untuk melewati Makedonia Utara dan kemudian menciptakan final playoff Jalur C yang ideal menghadapi Portugal nantinya.
Nyaris sepanjang laga di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Kamis (24/3), Gli Azzurri begitu mendominasi permainan seperti diperlihatkan statistik pertandingan di mana mereka memiliki tak kurang dari 65 persen penguasaan bola dan melepaskan sedikitnya 32 kali percobaan tembakan.
Segala dominasi itu, ditambah kehadiran pemain terbaik Eropa 2020/21 Jorginho dan pemain terbaik EURO 2020 Gianlugi Donnarumma di bawah mistar gawang, nyatanya tak cukup untuk menghindarkan publik penggemar sepak bola Italia dari salah satu kekecewaan terbesar mereka abad ini.
Ketika bola umpan sodoran Bojan Mioski diakhiri dengan sebuah tendangan spekulatif Aleksandar Trajkovski dari luar kotak penalti dan bersarang ke gawang Italia, publik tuan rumah marah sementara para pemain mereka dihantam tertunduk lesu atas kenyataan pahit itu.
Andai saja Ciro Immobile bisa mengendalikan lebih baik kekuatan tembakannya di awal laga, mungkin Italia akan menjalani pertandingan yang lebih nyaman. Andai saja Domenico Berardi bisa memanfaatkan satu saja dari empat percobaannya termasuk saat diberi bola cuma-cuma oleh kiper Stole Dimitrievski, mungkin Italia akan menciptakan final playoff ideal di Jalur C.
Tetapi laiknya hidup, sepak bola bukanlah tentang perandaian hal-hal yang mungkin terjadi. Maka Mancini, Jorginho, Donnarumma, Immobile, dan Berardi harus menerima kenyataan bahwa sekali lagi mereka hanya akan menonton dari layar kaca ketika putaran final Piala Dunia berlangsung.
Baca Juga: Bawa Wales Taklukkan Austria, Gareth Bale Kecam Pengkritiknya
Menuju puncak dan jurang revolusi
Sekira lima tahun yang lalu, kekecewaan yang sama menggelayuti publik sepak bola Italia ketika Gli Azzurri gagal meraih tiket putaran final Piala Dunia 2018 karena kalah agregat 0-1 dalam dua leg pertandingan playoff melawan Swedia.
Namun, publik Italia saat itu boleh dibilang tak berharap banyak karena kepelatihan Gian Piero Ventura yang tidak menimbulkan optimisme besar lantaran ia datang tanpa modal prestasi apapun ketika ditunjuk menggantikan Antonio Conte setelah Italia terhenti di perempat final EURO 2016.
Optimisme membuncah ketika Mancini ditunjuk menjadi nakhoda Gli Azzurri pada 14 Mei 2018.
Optimisme semakin membesar ketika Mancini sukses menyamai rekor pelatih legendaris Vittorio Pozzo berupa sembilan kemenangan kompetitif beruntun di pertandingan resmi saat melumat Liechtenstein 5-0 dalam pertandingan kualifikasi Euro 2020 Grup J di Vaduz pada 15 Oktober.
Rekor itu belakangan dimonopoli oleh Mancini setelah Italia juga memenangi dua pertandingan sisa kualifikasi Euro 2020 Grup J membuatnya jadi pelatih tersukses yang pernah membawa Gli Azzurri menang 11 pertandingan kompetitif beruntun.
Berita Terkait
-
Dianggap Parasit Real Madrid, Gareth Bale Serang Balik Media Spanyol
-
Hasil Argentina vs Venezuela di Kualifikasi Piala Dunia: Lionel Messi dkk Menang 3-0
-
Tengah Berlangsung, Berikut Link Live Streaming Argentina vs Venezuela di Kualifikasi Piala Dunia
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Afrika Tadi Malam: Mesir Tekuk Senegal, Ghana Diimbangi Nigeria
-
Makedonia vs Portugal: Portugal Hati-Hati, Makedonia Lawan Berat?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Indonesia Menuju Energi Bersih, Apa yang Berubah dalam Kehidupan Sehari-Hari?
-
PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
-
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
-
Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global
-
Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian
-
Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang
-
Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung
-
Review Viva Moisturizer Gel Hydra Lift, Ini Kandungan dan Pengalaman Pembeli
-
Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa
-
Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!