Revolusi besar digaungkan Mancini di awal tenor kepelatihannya dengan skuad Italia yang berisikan tak satu pun pemain dari tim-tim besar berbasis di Milan, Roma maupun Turin.
Petualangan Mancini dan revolusi besarnya terus membuahkan hasil-hasil menawan hingga puncaknya ia mampu membimbing Italia tampil di final EURO 2020 melawan Inggris.
Laga di Wembley pada 11 Juli 2021 itu bukan saja menyudahi paceklik Italia tampil di final sebuah turnamen besar, tetapi dilengkapi dengan keberhasilan mengalahkan Inggris lewat adu penalti yang mengakhiri puasa gelar Gli Azzurri setelah Piala Dunia 2006.
Tak berhenti sampai di situ, Mancini juga sukses membuat Italia memecahkan rekor baru yakni rentetan nirkalah dalam 36 pertandingan kompetitif melampaui Brazil dan Spanyol yang sebelumnya berbagi rekor itu.
Pemecahan rekor pada 5 September 2021 dengan hasil imbang 0-0 melawan Swiss dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup C itu diikuti dengan penajaman tiga hari kemudian saat Italia menang telak 5-0 atas Lithuania di Reggio Emilia.
Sayangnya, rekor itu berakhir sebulan berselang ketika Italia takluk 1-2 melawan Spanyol dalam semifinal final four UEFA Nations League 2020/21 pada 6 Oktober 2021.
Empat hari sesudah rekor itu berakhir, Italia mampu mengalahkan Belgia dalam perebutan tempat ketiga UEFA Nations League 2020/21 tetapi sejak itu grafik penampilan Gli Azzurri bergerak menuju jurang perjalanan revolusi mereka bersama Mancini.
Italia gagal menang dalam dua pertandingan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup C ditahan imbang 1-1 oleh Swiss di Roma pada 12 November dan cuma bermain nirgol di Belfast melawan Irlandia Utara.
Dua hasil itu memaksa Italia yang hingga pertandingan ketujuh masih memuncaki Grup C berakhir di posisi kedua klasemen akhir dan harus melewati fase playoff untuk perebutan satu dari tiga tiket terakhir putaran final Piala Dunia 2022 bagi zona Eropa.
Baca Juga: Bawa Wales Taklukkan Austria, Gareth Bale Kecam Pengkritiknya
Selepas kekalahan melawan Makedonia Utara di Palermo, Kamis (24/3) kemarin, lengkap sudah puncak dan jurang revolusi Mancini bersama Italia.
"Juli lalu (menjuarai EURO 2020) merupakan hal terbaik yang saya alami di level profesional, dan ini adalah kekecewaan terbesar," kata Mancini selepas kekalahan itu.
"Sayangnya, inilah sepak bola, hal-hal luar biasa terjadi di dalamnya, pertandingan semacam ini misalnya, kami memiliki begitu banyak kesempatan."
"Sejak menjadi juara Eropa, mungkin keberuntungan yang menaungi kami berbalik menjadi kesialan, sekarang kami harus tahu apa itu sebuah penderitaan," ujar Mancini.
Berdamai dan beranjak
Seperti yang dikatakan Mancini, ini saatnya bagi skuad Gli Azzurri untuk memahami penderitaan, berdamai dengannya dan beranjak menuju tantangan yang masih akan menanti mereka di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Dianggap Parasit Real Madrid, Gareth Bale Serang Balik Media Spanyol
-
Hasil Argentina vs Venezuela di Kualifikasi Piala Dunia: Lionel Messi dkk Menang 3-0
-
Tengah Berlangsung, Berikut Link Live Streaming Argentina vs Venezuela di Kualifikasi Piala Dunia
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Afrika Tadi Malam: Mesir Tekuk Senegal, Ghana Diimbangi Nigeria
-
Makedonia vs Portugal: Portugal Hati-Hati, Makedonia Lawan Berat?
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026, Eks Real Madrid: Haram Main Bola Panjang
-
Kronologi Bojan Hodak Sudah Tidak Lagi Menjadi Pelatih Persib Bandung
-
Dulu Musuh Bebuyutan Shin Tae-yong, Kini Park Hang-seo Mau Jadi Lawan Sandy Walsh
-
Mauricio Souza Bongkar Biang Keladi Persija Jakarta Gagal Juara
-
Buntut Duel Persija vs Persib di Samarinda, Rizky Ridho Hingga Beckham Putra Disanksi Komdis PSSI
-
Tanpa Pemain Real Madrid, Pelatih Spanyol Tegaskan Skuadnya Kandidat Juara Piala Dunia 2026
-
Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
-
Alasan Persib Tunjuk Igor Tolic Gantikan Bojan Hodak
-
Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid, Apa Jadinya?
-
Sempat Dirumorkan ke Persib, Joey Pelupessy Isyaratkan Bertahan di Lommel SK Usai Promosi