Suara.com - Marselino Ferdinan menjadi satu-satunya pemain Timnas Indonesia U-19 yang mampu membobol gawang Korea Selatan U-19 dalam dua laga uji coba pada 25 dan 29 Maret lalu. Wonderkid Persebaya Surabaya itu pun coba merendah.
Marselino Ferdinan mencetak gol pada laga uji coba kedua yang berakhir dengan skor 1-5 untuk kemenangan Korea Selatan. Dalam laga itu, dia masuk pada menit ke-25 saat Indonesia sudah tertinggal 0-3.
Gol Marselino Tercipta pada menit ke-43. Lewat serangan balik, umpan silang dilepaskan dan mampu disambut Marselino lewat sundulan yang mengarah ke sisi kiri gawang kiper Korea Selatan.
Sebelumnya, Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-19-- juga kalah dari Korea Selatan pada 25 Maret lalu. Ketika itu, tim asuhan Shin Tae-yong yang tak diperkuat Marselino, dibantai 0-7.
Marselino merasa gol yang dibuatnya ke gawang Korea Selatan merupakan buah kerja sama tim. Sebab, pemain 17 tahun itu menganggap Korea Selatan adalah lawan yang kuat.
"Puji Tuhan saya bersyukur saya bisa mencetak gol. Tentunya ini kerja keras tim, suport dari tim dan kerja tim," kata Marselino dalam keterangan PSSI, Rabu (30/3/2022).
"Kami Akui Korsel di atas kami, mereka punya semuanya, tapi kami bisa belajar, dan kami tunjukkan rasa pantang menyerah," sambungnya.
Seperti diketahui, Marselino datang ke training camp (TC) Timnas Indonesia U-19 terlambat. Ia baru tiba di Korea Selatan pada Senin (28/3/2022) setelah menjalani karantina kesehatan tujuh hari.
Marselino datang belakangan karena jasanya masih dibutuhkan Persebaya Surabaya. Ia datang bersama pemain timnas U-19 lainnya Robi Darwis.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Kalah Telak dari Korea Selatan, PSSI: Ini Jadi Pelajaran Berharga
Adapun TC Timnas U-19 di Korea Selatan ini sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia U-20 2023. Seperti diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah.
Sejauh ini, total sudah empat dari sembilan uji coba telah dilalui tim asuhan Shin Tae-yong. Rinciannya, satu kali menang dan tiga kali kalah.
Timnas Indonesia U-19 kalah dari Universitas Yeungnam 1-5, takluk 0-7 dan 1-5 dari Korsel U-19. Terakhir, Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan menang 2-1 atas Universitas Daegu.
Tag
Berita Terkait
-
5 Hits Bola: 5 Negara Calon Kuat Juara Piala Dunia 2022, Tak Ada Timnas Portugal
-
Steel Rain: Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan Pemimpin Tertinggi Korea Utara
-
Hasil Lengkap Bola Tadi Malam: Italia Tekuk Turki dalam Duel Dua Tim Sakit, Jerman Imbang dengan Belanda
-
Timnas Indonesia U-19 Dibungkam Korea Selatan, PSSI: Jadi Pelajaran Berharga
-
Hasil Laga Persahabatan: Inggris Hantam 10 Pemain Pantai Gading 3-0
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh