Suara.com - Bek sayap Liverpool, Andy Robertson meminta timnya untuk tetap mewaspadai Benfica ketika kedua tim bertemu pada leg kedua perempatfinal Liga Champions di Anfield, Inggris pekan depan.
Dikutip dari situs resmi klub, Rabu (6/4/2022), Robertson mengatakan pertandingan di leg kedua merupakan laga besar dan masih banyak yang harus mereka lakukan agar bisa lolos ke semifinal Liga Champions 2021/2022.
"Pekan depan, ini masih sebuah pertandingan besar. Kami ingin berada di semifinal dan kami masih harus melakukan beberapa hal untuk bisa ke sana. Tapi dengan fans kami yang berada di stadion, semoga kami bisa menyelesaikan ini," ujar Robertson.
Soal kemenangan Liverpool pada leg pertama di markas Benfica, Estadio da Luz, Lisbon dengan skor 3-1 dini hari WIB tadi, Robertson menilai Benfica memberikan perlawanan hebat dan membuat pertandingan menjadi sulit.
Kapten Timnas Skotlandia itu lanjut mengatakan, pada babak pertama Liverpool mampu mengendalikan permainan dan menciptakan banyak peluang namun ada masanya di mana hal itu gagal terwujud.
Benfica mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada awal-awal babak kedua melalui Darwin Nunez meski pada akhirnya Liverpool mengamankan kemenangan 3-1 berkat gol Luis Diaz.
"Lalu kami ingin untuk mempertahankannya dengan ketat dan sayangnya kami tidak berhasil melakukannya. Mereka jelas mendapat gol, yang mengangkat penonton, mengangkat mereka dan mereka mulai memenangkan bola, kami mulai sedikit ceroboh dan hal-hal seperti itu," terang Robertson.
"Jadi, gol ketiga itu besar tapi pasti masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Dia (Diaz) mendapat sambutan yang bagus sejak awal, jelas bermain untuk salah satu rival mereka dan hal-hal seperti itu."
"Jadi, penyelesaian yang bagus darinya, gol yang sangat penting bagi kami. Itu memberi kami keunggulan dua gol, yang membuat perbedaan, dan penting bagi kami untuk menghitungnya sekarang," pungkas sang bek kiri.
Baca Juga: Jantung Sempat Bermasalah, Alphonso Davies Siap Comeback di Laga Villarreal vs Bayern
Tag
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Prediksi Peluang Arsenal untuk Juara Liga Champions Lebih Besar dari PSG
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati