Sejak era 1990-an Persib berhasil mengoleksi empat gelar juara, di antaranya Perserikatan 1989-1990, 1993-1994, Liga Indonesia 1994-1995 dan ISL 2014.
Di masa pembekuan PSSI pada 2015, Persib bahkan masih mampu merengkuh gelar juara di ajang Piala Presiden pada tahun yang sama.
Mereka juga berlaga di final turnamen Torabika Bhayangkara Cup 2016 melawan Arema Cronus, serta nyaris menjadi juara pada ajang BRI Liga 1 2021-2022.
Sejarah menjadi kebanggan tersendiri bagi PSIM Yogyakarta yang pernah meraih dua gelar bergengsi kompetisi sepak bola Tanah Air.
Mereka menjadi kampiun di kompetisi Perserikatan pada tahun 1932 untuk kemudian kembali mengangkat trofi juara 73 tahun berselang, tepatnya pada 2005.
Kala itu PSIM Yogyakarta keluar sebagai juara Divisi I yang saat itu masih menjadi kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.
Sejak saat itu hingga kini PSIM masih belum lagi dapat meraih gelar. Mereka masih berjuang menembus kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia untuk musim depan.
3. Persis Solo
Baca Juga: Soal Degradasi Hingga Laga Persib vs Barito, Persipura Pastikan Patuh ke PSSI
Persis Solo sejatinya merupakan salah satu klub pendiri PSSI dengan tradisi juara. Total tujuh gelar sudah dikoleksi.
Setelah berjaya pada dalam kompetisi Perserikatan era 1930-an hingga 1940-an, Persis seolah tenggelam dan baru merasakan gelar juara kembali di tahun 1994 tepatnya di Divisi II.
Perjuangan Persis merangkak dari bawah melalui kompetisi demi kompetisi kini berbuah manis setelah dipastikan promosi ke Liga 1 2022-2023.
Mereka kembali ke kasta teratas Liga Indonesia setelah merengkuh gelar juara di Liga 2 2021.
4. PSM Madiun
Perpecahan klub menjadi hal yang biasa untuk PSM Madiun. Di tahun 1997 klub ini pernah pecah karena PSM Madiun yang dimiliki kabupaten dan kota memutuskan berpisah.
Kabupaten Madiun kemudian mengubah diri menjadi Persekama Madiun hingga sekarang dan masih menjadi anggota PSSI untuk berkompetisi di Liga Nusantara.
Sementara PSM Madiun tetap digunakan Kota Madiun, meskipun di tahun 2009 mengalami konflik dan pada 2010 melahirkan dualisme klub.
Beberapa pengurus membentuk klub baru dengan nama Madiun Putra, sementara sebagian lainnya tetap mempertahankan PSM Madiun yang kini berkompetisi di Liga 3.
Selain PSM Madiun, PPSM Magelang juga menjadi salah satu klub pendiri PSSI yang belum pernah merasakan merengkuh gelar juara sejak pertama kali berdiri di tahun 1925.
Meskipun versi lain menyebutkan PPSM Magelang didirikan di tahun 1919, namun prestasi terbaik klub ini hanya menempati peringkat ketiga Perserikatan 1935.
Nahasnya, klub berjuluk Macan Tidar itu sama sekali belum pernah merasakan mentas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
PPSM Magelang juga pernah mengalami dualisme di tahun 2011-2013. Di tahun 2014, PPSM hanya menduduki peringkat keenam Grup IV, dan kini mereka masih harus bermain di kasta terbawah Liga Indonesia, yakni Liga 3.
Persebaya Surabaya sejatinya salah satu klub top Indonesia dengan tradisi juara yang saat ini masih coba dipertahankan.
Sejak berdiri Persebaya sudah mengoleksi tujuh trofi bergengsi yang lima di antaranya di rengkuh pada era Perserikatan dan dua lainnya di Liga Indonesia.
Status klub top Indonesia memang layak disematkan. Persebaya pernah mewakili Indonesia di kompetisi Asia yakni Piala Champions Asia 1998 dan 2005.
Namun klub ini pernah pecah dan mengalami dualisme, dikarenakan Pengcab PSSI Surabaya dan klub anggota pecah kongsi saat memperebutkan legalitas Persebaya.
Kondisi ini bahkan sampai masuk ranah pengadilan. Kubu turunan Pengcab PSSI Surabaya diwakili PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB). Sementara itu kubu klub diwakili PT Persebaya Indonesia.
Kini, masalah dualisme itu telah berakhir dan nama mereka dipulihkan kembali pada Kongres PSSI 2017 setelah sempat dicoret.
Persebaya saat ini menjadi kontestan di kompetisi kasta teratas Liga Indonesia dan bahkan sempat menjadi pesaing gelar di musim Liga 1 2021-2022.
Kontributor: Eko Isdiyanto.
Tag
Berita Terkait
-
Aji Santoso Dukung Musim Baru Liga 1 Start 27 Juli
-
Bicara Langsung ke PSSI, Jordi Amat Ogah Main di Liga Indonesia
-
Amankan 4 Nama Asing, Aji Santoso: Skuad Persebaya Sudah 95 Persen untuk Musim Baru
-
Ketua PSSI Sebut Kompetisi Liga 1 akan Dimulai 27 Juli 2022, Ini Jawaban Bos PSIS Semarang
-
PSSI Cari Sponsor untuk Pengadaan VAR
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?
-
Wasit Final Liga Champions Daniel Siebert: Klub Inggris Lebih Sering Menang, PSG Waspada