Bola / Bola Indonesia
Rabu, 20 April 2022 | 16:05 WIB
Logo PSSI. [laman resmi PSSI]

Sejak era 1990-an Persib berhasil mengoleksi empat gelar juara, di antaranya Perserikatan 1989-1990, 1993-1994, Liga Indonesia 1994-1995 dan ISL 2014.

Di masa pembekuan PSSI pada 2015, Persib bahkan masih mampu merengkuh gelar juara di ajang Piala Presiden pada tahun yang sama.

Mereka juga berlaga di final turnamen Torabika Bhayangkara Cup 2016 melawan Arema Cronus, serta nyaris menjadi juara pada ajang  BRI Liga 1 2021-2022.

3. PSIM Yogyakarta

Winger PSIM Yogyakarta, Sugeng Effendi (kiri) merayakan gol ke gawang AHHA PS Pati bersama bek Benny Wahyudi dalam lanjutan Grup C Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (24/11/2021). [dok PSIM]

Sejarah menjadi kebanggan tersendiri bagi PSIM Yogyakarta yang pernah meraih dua gelar bergengsi kompetisi sepak bola Tanah Air.

Mereka menjadi kampiun di kompetisi Perserikatan pada tahun 1932 untuk kemudian kembali mengangkat trofi juara 73 tahun berselang, tepatnya pada 2005.

Kala itu PSIM Yogyakarta keluar sebagai juara Divisi I yang saat itu masih menjadi kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Sejak saat itu hingga kini PSIM masih belum lagi dapat meraih gelar. Mereka masih berjuang menembus kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia untuk musim depan.

3. Persis Solo

Baca Juga: Soal Degradasi Hingga Laga Persib vs Barito, Persipura Pastikan Patuh ke PSSI

Skuad Persis Solo siap mengarungi Liga 2 musim 2021/2022. [Dok Persis Solo]

Persis Solo sejatinya merupakan salah satu klub pendiri PSSI dengan tradisi juara. Total tujuh gelar sudah dikoleksi.

Setelah berjaya pada dalam kompetisi Perserikatan era 1930-an hingga 1940-an, Persis seolah tenggelam dan baru merasakan gelar juara kembali di tahun 1994 tepatnya di Divisi II.

Perjuangan Persis merangkak dari bawah melalui kompetisi demi kompetisi kini berbuah manis setelah dipastikan promosi ke Liga 1 2022-2023.

Mereka kembali ke kasta teratas Liga Indonesia setelah merengkuh gelar juara di Liga 2 2021.

4. PSM Madiun

Perpecahan klub menjadi hal yang biasa untuk PSM Madiun. Di tahun 1997 klub ini pernah pecah karena PSM Madiun yang dimiliki kabupaten dan kota memutuskan berpisah.

Kabupaten Madiun kemudian mengubah diri menjadi Persekama Madiun hingga sekarang dan masih menjadi anggota PSSI untuk berkompetisi di Liga Nusantara.

Sementara PSM Madiun tetap digunakan Kota Madiun, meskipun di tahun 2009 mengalami konflik dan pada 2010 melahirkan dualisme klub.

Beberapa pengurus membentuk klub baru dengan nama Madiun Putra, sementara sebagian lainnya tetap mempertahankan PSM Madiun yang kini berkompetisi di Liga 3.

5. PPSM Magelang

Gelandang PPSM Sakti Magelang, Santino Berti, dilarikan ke rumah sakit setelah dilanggar keras pemain Persak Kebumen pada laga perdana Grup D Liga 3 Jateng. [Dok. PPSM Sakti Magelang]

Selain PSM Madiun, PPSM Magelang juga menjadi salah satu klub pendiri PSSI yang belum pernah merasakan merengkuh gelar juara sejak pertama kali berdiri di tahun 1925.

Meskipun versi lain menyebutkan PPSM Magelang didirikan di tahun 1919, namun prestasi terbaik klub ini hanya menempati peringkat ketiga Perserikatan 1935.

Nahasnya, klub berjuluk Macan Tidar itu sama sekali belum pernah merasakan mentas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

PPSM Magelang juga pernah mengalami dualisme di tahun 2011-2013. Di tahun 2014, PPSM hanya menduduki peringkat keenam Grup IV, dan kini mereka masih harus bermain di kasta terbawah Liga Indonesia, yakni Liga 3.

6. Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya [Foto: Antara]

Persebaya Surabaya sejatinya salah satu klub top Indonesia dengan tradisi juara yang saat ini masih coba dipertahankan.

Sejak berdiri Persebaya sudah mengoleksi tujuh trofi bergengsi yang lima di antaranya di rengkuh pada era Perserikatan dan dua lainnya di Liga Indonesia.

Status klub top Indonesia memang layak disematkan. Persebaya pernah mewakili Indonesia di kompetisi Asia yakni Piala Champions Asia 1998 dan 2005.

Namun klub ini pernah pecah dan mengalami dualisme, dikarenakan Pengcab PSSI Surabaya dan klub anggota pecah kongsi saat memperebutkan legalitas Persebaya.

Kondisi ini bahkan sampai masuk ranah pengadilan. Kubu turunan Pengcab PSSI Surabaya diwakili PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB). Sementara itu kubu klub diwakili PT Persebaya Indonesia.

Kini, masalah dualisme itu telah berakhir dan nama mereka dipulihkan kembali pada Kongres PSSI 2017 setelah sempat dicoret.

Persebaya saat ini menjadi kontestan di kompetisi kasta teratas Liga Indonesia dan bahkan sempat menjadi pesaing gelar di musim Liga 1 2021-2022.

Kontributor: Eko Isdiyanto.

Load More