Suara.com - Persija Jakarta akhirnya resmi menunjuk pelatih baru untuk Liga 1 musim depan, yaitu Thomas Doll. Kabar ini kemudian menjadi sorotan media ternama Jerman.
Media Jerman Bild melalui Instagram pada Minggu (24/4/2022) mengabarkan perekrutan Thomas Doll oleh Persija Jakarta. Terpampang foto pelatih berusia 56 tahun tersebut yang akan segera berkarier di Indonesia.
"Mantan pemain nasional Thomas Doll (56) akan menjadi pelatih kepala di Indonesia. Ia mengambil alib klub juara sebelas kali Persija Jakarta," tulis laporan tersebut.
Dalam laporannya tersebut, pelatih berpaspor Jerman ini disebutkan sudah punya segudang pengalaman. Bahkan, ia telah melalang buana ke beberapa klub di dunia.
Tercatat pelatih berusia 56 tahun ini pernah menangani Hamburger SV, Borussia Dortmund,hingga Hannover 96 di Jerman. Lalu ia juga bekelana ke Genclerbirligi (Turki), Al Hilal (Arab Saudi), Ferencvaros (Hungaria), hingga APEOL Nicosia (Siprus).
Sementara itu, Thomas Doll telah sepakat bekerja sama selama tiga musim ke depan bersama Macan Kemayoran. Nantinya, Thomas Doll tak hanya sebagai pelatih saja sekaligus manajer tim.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca mengatakan sosok Thomas Doll sudah sesuai kriteria yang diharapkan. Karier sebagai pemain dan pelatih terbilang mentereng sehingga diharapkan mampu menjaga kejayaan Persija.
“Kami sudah sepakat untuk bekerja sama. Thomas Doll siap mengemban tugas sebagai pelatih Persija. Tentu kami sangat berharap dia bisa mengangkat prestasi tim lebih baik lagi,” kata Prapanca dalam rilis resmi klub, Sabtu (23/4/2022).
Thomas Doll merasa tertantang membawa Macan Kemayoran kembali berjaya. Apalagi, ini pertama kalinya bagi eks juru taktik Borussia Dortmund ini melatih di Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Liga Malaysia Diubah, Sabah FC Belum Tentu Lepas Saddil Ramdani ke Timnas Indonesia U-23
"Saya merasa terhormat bisa bergabung dengan salah satu tim besar di Indonesia. Tentu saya sangat berhasrat bisa membawa Persija ke level yang lebih tinggi," kata Thomas Doll dalam keterangan resmi klub.
"Saya sudah tak sabar untuk memimpin latihan di Jakarta," pungkas sosok yang pernah menukangi Hamburger SV dan APOEL itu.
Berita Terkait
-
Profil Thomas Doll, Eks Borussia Dortmund yang Jadi Pelatih Persija
-
Tak Hanya Jadi Pelatih Persija, Thomas Doll Juga Isi Jabatan yang Sebelumnya Dipegang Bambang Pamungkas
-
Thomas Doll Merasa Terhormat Bisa Melatih Persija Jakarta
-
Resmi! Thomas Doll Menjadi Pelatih Persija Jakarta
-
Dilepas Persija, Salman Alfarid Langsung Gabung Persebaya Surabaya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya