Suara.com - Pelatih Timnas Indonsia, Shin Tae-yong mengatakan bahwa dua calon pemain naturalisasi, Jordi Amat dan Sandy Walsh membutuhkan waktu untuk menunjukkan performa maksimal dalam latihan.
"Untuk Jordi, dia baru berlatih kembali setelah sekitar lima minggu beristirahat (karena kompetisi Liga Belgia sudah tuntas-red). Jordi terlihat sangat kelelahan. Butuh seminggu atau 10 hari latihan lagi agar dirinya kembali ke kondisi bugar," ujar Shin kepada pewarta di Lapangan Sidolig, Bandung, Minggu (29/5/2022).
Jordi sendiri terakhir kali latihan bersama klubnya, KV Mechelen, di Liga Belgia awal April 2022. Setelah itu, bek tengah berusia 30 tahun tersebut disibukkan dengan urusan naturalisasinya menjadi WNI.
Sementara Sandy disebut Shin belum memperlihatkan kemampuan terbaik karena baru menjalani operasi untuk menyembuhkan cedera patah tulang selangka yang dideritanya.
Situasi tersebut membuat bek kanan berumur 27 tahun itu belum menjalani latihan normal bersama rekan-rekannya.
"Sandy masih latihan rehabilitasi, tetapi perkembangannya sangat baik. Secepatnya dia akan kembali ke tim dan berlatih normal," tutur Shin seperti dimuat Antara.
Sandy Walsh (Belanda) dan Jordi Amat (Spanyol) merupakan pemain luar negeri keturunan Indonesia yang berkas administrasi naturalisasinya ke WNI sedang diproses oleh pemerintah.
Sandy dan Jordi sudah menuntaskan beberapa agenda naturalisasi di Jakarta pekan lalu seperti mengurus beberapa hal kedutaan besar negara asal mereka di Indonesia, melakukan tes kesehatan dan mengikuti wawancara tertutup dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Meski belum sah menjadi WNI, Shin mempersilakan mereka untuk mengikuti latihan timnas Indonesia di Bandung mulai Jumat (27/5).
Baca Juga: 5 Pemain Yordania yang Bisa Sulitkan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023
Timnas Indonesia tengah mempersiapkan diri menuju laga persahabatan FIFA kontra Bangladesh pada Rabu (1/6) di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Pertandingan itu juga menjadi momen penggemblengan pemain sebelum berkompetisi di Kualifikasi Piala Asia 2023 yang digelar pada 8-14 Juni 2022 di Kuwait.
Berita Terkait
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana