Rinciannya, adalah tim kandang yang bertanding disaksikan penonton mencetak 0,39 poin lebih banyak ketimbang saat tandang. Sebaliknya ketika tidak ada penonton angkanya cuma 0,22 poin.
Produktivitas gol pun begitu. Tim kandang yang bertanding di stadion diisi penonton menciptakan 0,29 gol lebih banyak ketimbang tandang.
Situasinya berbeda saat stadion kosong penonton dengan hanya membuat 0,15 gol lebih banyak dari tandang. Ini petunjuk jelas pengaruh besar penonton terhadap performa tim.
Lebih baik ada penonton
Hubungan kausalitas antara penonton dan proses kompetisi olah raga ini telah menjadi subjek studi dari masa ke masa, bahkan sudah dimulai sejak 1898.
Ketika itu Normal Triplett membuat penelitian laboratorium pertama yang dianggap monumental untuk psikologi sosial dan olahraga.
Triplett mempelajari waktu yang dibutuhkan seorang pebalap sepeda ketika bersepeda sendirian dan ketika saat dia bersama pesepeda lain. Penelitian ini disebut sebagai lompatan besar dalam sains olahraga.
Dari hasil penelitian Triplett pebalap sepeda akan mengayuh sepeda lebih cepat jika bersama dengan pesepeda lain. Artinya, kehadiran pesaing memacu orang bertarung lebih keras. Fakta ini sebangun dengan saat penonton menyaksikan pertandingan olah raga.
Sorak sorai penonton berpengaruh banyak kepada tim dan atlet yang bertanding, paling tidak menjadi alarm bahwa tim atau atlet tengah bermain baik atau buruk.
Baca Juga: Tiba di Jakarta, Shayne Pattynama Langsung Sibuk Jalani Proses Naturalisasi
Dalam pertandingan sepak bola, tim-tim yang berlaku sebagai tuan rumah ketika seisi stadion diisi pendukungnya, bakal lebih menyerang sekalipun tim ini tidak memiliki tradisi menekan lawan.
Penonton juga menjadi pemacu dan pembakar semangat yang membuat atlet dan tim meningkatkan performa, sampai di atas kemampuan fisik dan teknisnya sekalipun.
Dalam kata lain, penonton bisa meningkatkan kinerja atlet dan tim. Tapi juga bisa membantu tim menghadapi lawan karena lawan akan menjadi lebih terintimidasi untuk kemudian kehilangan konsentrasi sehingga tak bisa mendapatkan hasil yang mereka inginkan.
Tapi bagi sebagian atlet dan tim, suara penonton yang melawannya pun bisa tetap memicu semangat untuk tampil semakin baik. Adrenalin mereka terpacu saat disaksikan oleh penonton di dalam stadion, tak peduli kepada siapa dukungan penonton diarahkan.
Lain dari itu, lebih dari sekadar kompetisi, kehadiran penonton di stadion juga menggairahkan bisnis olah raga.
Pada tingkat yang paling sederhana, masuknya penonton ke stadion sama artinya dengan mengalirnya uang pemasukan tiket kepada klub dan juga pajak kepada negara.
Kehadiran penonton di stadion juga menambahkan unsur dramatis dalam kompetisi yang disukai penonton yang tidak melihat pertandingan di dalam stadion.
Semakin dramatis dan menghibur, semakin banyak pula penonton di luar stadion yang menyaksikan sebuah kompetisi olah raga. Dari sini, sponsor dan bisnis hiburan bisa masuk pada skala jauh lebih besar ketimbang stadion tak diisi penonton.
Ketika itu terjadi, maka dana sponsor bisa datang lebih banyak sehingga industri olah raga pun menjadi semakin baik.
Masih ada hal-hal lain yang terlihat kecil namun bisa sama pentingnya bagi sepak bola dan olah raga. Salah satunya tentang atribut-atribut kompetisi, termasuk kostum, yang tak saja dipakai atlet dan pelaku olah raga tetapi juga suporter.
Ketika sudah sampai pada matra ini, maka sudah bukan lagi sekadar soal pertandingan dan olah raga, tetapi juga sudah menyangkut siapa memproduksi apa, dan siapa menggunakan apa.
Dan itu artinya transaksi ekonomi. Volumenya pun bisa lebih besar ketimbang tidak ada penonton dalam stadion dan berskala lebih dari sekadar industri raga, karena bisa tentang banyak hal, mulai usaha kecil dan menengah, pariwisata, perjalanan, akomodasi, dan banyak lagi, dari barang sampai jasa.
Untuk itu, ketika pandemi COVID-10 sudah mereda di mana kekebalan kelompok sudah semakin besar tercipta, menghadirkan kembali penonton di dalam stadion seperti diputuskan PSSI untuk kompetisi Liga 1 dan 2 musim ini, memang lebih baik ketimbang tiada penonton di dalam stadion.
[Antara]
Berita Terkait
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
Timnas Indonesia Tanpa Pesawat Carter di Piala AFF 2026, Sumardji Jamin Fasilitas Tetap Maksimal
-
Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Beri Pesan Tegas
-
Mimpi Prabowo Bisa Terwujud? FIFA Buka Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL