Suara.com - Gelandang Timnas Australia, Jackson Irvine berharap para suporter rela bangun pagi-pagi buta untuk menonton laga play-off Piala Dunia 2022 mereka melawan Peru. Ia pun berharap bisa menginspirasi generasi pemain Socceroos --julukan Timnas Australia-- berikutnya dengan kemenangan.
Pertandingan play-off inter-konfederasi Piala Dunia 2022 untuk memperebutkan satu tiket ke putaran final di Qatar itu akan dihelat di venue netral.
Laga Australia vs Peru ini akan digelar di Al Rayyan Stadium di Doha, Qatar pada pukul 9 malam (1800 GMT) pada Senin (13/6/2022) atau Selasa (14/6/2022) dini hari WIB.
Untuk waktu Australia sendiri, laga akan kick-off pada Selasa pagi pukul 04.00, yang berarti para suporter di Negeri Kangguru harus bangun pagi-pagi buta ataupun begadang untuk menonton pertandingan via layar kaca.
"Rasanya seperti seumur hidup yang lalu tapi dalam waktu yang berbeda saya bangun dan menyaksikan pertandingan di pagi hari," ucap Irvine di sela-sela latihan Timnas Australia di Doha, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2022).
"Semoga generasi muda di Australia akan bangun, dan sejumlah Socceroos masa depan dapat menceritakan kisah mereka sendiri mengenai bagaimana mereka melihat kami lolos dan menjalaninya sendiri," sambung gelandang 29 tahun yang baru direkrut klub divisi dua Jerman, FC St. Pauli itu.
Australia dan Irvine sudah tidak asing dengan rute play-off, setelah mencapai Piala Dunia 2018 Rusia lalu pasca laga dua leg sistem gugur melawan Suriah (play-off zona Asia) dan Honduras (play-off inter-konfederasi).
Irvine bermain dalam laga leg pertama play-off tanpa gol melawan Honduras dan menjadi cadangan yang tidak dimainkan pada kemenangan 3-1 yang menentukan pada leg berikutnya di Sydney, di mana Australia memastikan lolos untuk keempat kalinya berturut-turut ke Piala Dunia di hadapan 77.000 penonton di Olympic Stadium.
"Banyak pemain yang berada di sini hari ini adalah bagian dari itu, sehingga kami perlu membawa itu kepada pemain yang tidak berada di sana," ucap Irvine jelang laga melawan Peru.
Baca Juga: Kalahkan Uni Emirat Arab 2-1, Australia Jaga Asa Ke Piala Dunia Qatar 2022
"Setiap pengalaman di masa lalu bisa membantu kami tumbuh dan berkontribusi pada apa yang akan kami lakukan pekan depan juga," sambung sang gelandang sentral.
Hanya akan ada beberapa puluh penggemar yang datang dan segelintir ekspatriat Australia di Al Rayyan Stadium pada laga hidup mati kontra Peru nanti, namun Socceroos terbiasa bermain di hadapan barisan bangku kosong di Doha.
Mereka mengalahkan Uni Emirat Arab 2-1 dalam play-off Piala Dunia 2022 zona Asia awal pekan ini di stadion yang sama, dan Yordania dalam pertandingan persahabatan dengan skor yang sama di stadion berbeda di Doha pekan lalu.
Mereka juga memenangi kedua laga "kandang" kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di ibu kota Qatar tahun lalu ketika perbatasan Australia secara efektif ditutup karena COVID-19.
"Setiap pengalaman itu unik," kata Irvine, yang mencetak gol pertama dalam kemenangan atas Uni Emirat Arab.
"Ini adalah lingkungan yang sangat berbeda tapi semoga kami akan berada di sana untuk memberi hasil yang sama," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Australia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Jackson Irvine Kecewa Wakil Asia Habis di 32 Besar
-
Timnas Australia Memburu Sejarah Baru di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya