Penuh Drama
Langkah tim-tim enam besar Liga Inggris lainnya juga terbilang lebih cepat dari Setan Merah.
Arsenal sudah mendapatkan tiga pemain baru. Pertama, Marquinhos dari Sao Paulo pada 13 Juni, kemudian pada 21 Juni mendapatkan Fabio Vieira dari Porto, dan terbaru memperoleh Gabriel Jesus dari Manchester City.
Begitu pula dengan Tottenham yang sudah mendapatkan Fraser Forster pada 8 Juni.
Chelsea mungkin selambat MU, namun langkah lamban mereka bisa dipahami mengingat mereka baru saja ganti kepemilikan, dari Roman Abramovich yang dipaksa menjual sahamnya gara-gara invasi Rusia ke Ukraina, kepada konsorsium pimpinan Todd Boehly.
Tetapi Chelsea sudah mulai aktif. Raheem Sterling menjadi bidikan pertama mereka kendati belum ada kesepakatan dengan Manchester City.
Kelima tim itu finis di atas Manchester United. Tetapi langkah mereka di bursa transfer tiak menyiratkan klub yang tak perlu melakukan perombakan besar.
Sebaliknya, mereka menunjukkan dirinya tidak puas atas hasil musim lalu, dan oleh sebab itu beranggapan skuad yang ada mesti segera dirombak.
Semakin cepat mengambil langkah, semakin bagus pesan yang disampaikan kepada suporter, lawan, dan komunitas sepak bola Inggris, bahwa mereka siap jauh sebelum segalanya rampung.
Baca Juga: 3 Alasan Cristiano Ronaldo Layak Pertimbangkan Tawaran Chelsea
Sebaliknya langkah Setan Merah membuat para penggemar mengelus dada. Perburuannya untuk mendapatkan Frenkie de Jong dari Barcelona mesti dilalui lewat drama berbabak-babak.
Dalam satu pertemuan dadakan di sebuah pub dengan penggemar United yang tadinya hendak menggeruduk rumahnya, kepala eksekutif Manchester United yang baru, Richard Arnold, memastikan manajemen mendukung langkah Erik ten Hag dalam merombak skuad.
Tapi Arnold mengungkapkan bahwa jika selama ini United terlihat lamban di bursa transfer, maka itu karena ingin hati-hati dalam mengeluarkan uang.
Sebelum ini United memang klub yang jor-joran berbelanja, tapi tak kunjung mendapatkan hasil yang baik.
Arnold memastikan United sepenuhnya di belakang Ten Hag, termasuk dalam memburu Frenkie de Jong. Dia bahkan menegaskan bahwa "uang bukan jadi pertimbangan untuk pemain yang kita inginkan."
Beberapa hari kemudian, setelah melewati drama multi-babak itu, kabar menggembirakan pun muncul bahwa Frenkie de Jong sudah hampir pasti digaet United.
Kabar ini tentu menggembirakan karena transfer de Jong bisa menjadi pembuka jalan untuk terbentuknya 'Manchester United rasa Ajax Amsterdam'.
Ini karena ten Hag tak akan berhenti pada de Jong. Fakta bahwa dia menjadikan Ajax sebagai patokan membentuk skuad baru di Mancheste United, menunjukkan dia berhasrat menggaet sebanyak mungkin pemain yang sudah mengenal filosofi sepak bolanya.
Menuju Transformasi
Selama ditangani ten Hag, Ajax menjadi tim yang selalu bernafsu menguasai bola dan menekan lawan saat bola dikuasai musuh.
Ini mirip mazhab Ralf Rangnick namun waktu yang terlalu singkat membuat Rangnick tak bisa menerapkan pendekatan itu di Old Trafford.
Pendekatan ten Hag itu berbanding terbalik dengan cara United bermain selama musim lalu yang sering kewalahan menghadapi lawan, sering pasif, tak mampu memenangkan bola dan memanfaatkan dengan efektif penguasaan bola, sampai tergelincir ke urutan keenam liga.
Dibandingkan dengan lima besar Liga Premier lainnya, United juga menduduki urutan keenam dalam soal penguasaan bola, ketepatan mengumpan dan menciptakan gol dari permainan terbuka. Ini semua menunjukkan mereka tak bisa mendikte lapangan.
Faktor terbesar yang membuat hal itu terjadi adalah kualitas lapangan tengah yang buruk.
United kekurangan gelandang bertahan yang ahli mengelola lapangan tengah, baik saat harus menyalurkan bola ke depan, maupun ketika harus mencegat bola dan menghalangi lawan sebelum bisa masuk daerah pertahanan sendiri.
Saat ini United memiliki Scott McTominay dan Fred, tapi kedua pemain ini dianggap tak bisa membuat MU meraih trofi, bahkan salah satu legenda mereka, Roy Keane, berasumsi MU tak akan menjuarai apa-apa sepanjang lapangan tengahnya diisi McTominay dan Fred.
Kebutuhan gelandang tengah menjadi semakin penting mengingat MU sudah ditinggalkan Paul Pogba dan Nemanja Matic.
Frenkie de Jong sendiri lebih dari sekadar pilihan ideal.
Selama di Barcelona, gelandang ini jarang sekali kehilangan bola. Akurasi umpannya mengagumkan, sekitar 91 persen.
Dia juga lebih jago menggocek bola ketimbang McTominay dan Fred. Dan dia bisa bermitra dengan mantan rekan satu timnya, Donny van de Beek.
Namun United juga mesti meningkatkan sektor-sektor lainnya. Bek tengah, bek kanan dan striker adalah peran-peran yang harus di-upgrade lagi.
Ten Hag bisa memperbaiki itu semua dengan memoles pemain yang sudah ada, tetapi yang paling mungkin dia lakukan adalah menambahnya dengan pemain baru.
Pemain-pemain baru ini bisa dari mana saja, namun mengingat rujukan ten Hag adalah Ajax, maka tiga sektor pun kemungkinan akan dia usahakan diisi oleh pemain Ajax atau mantan pemain Ajax.
Indikasinya terlihat ketika MU saat ini lebih sering dikaitkan dengan pemain-pemain seperti Antony, Jurrien Timber, Matthijs de Light, Lisandro Martinez, dan Christian Eriksen yang semuanya jebolan atau masih bermain di Ajax.
Jika sudah demikian, terutama jika de Jong membuka gerbang untuk masuknya jebolan-jebolan Ajax lainnya, di Old Trafford nanti mungkin akan ada Manchester United rasa Ajax.
Tapi kalaupun itu tak terjadi, paling tidak Man United mengalami transformasi besar yang sudah seharusnya segera dilakukan.
[Antara]
Berita Terkait
-
Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?
-
Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun
-
7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan
-
Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh
-
Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya
-
Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru
-
Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini
-
Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026
-
Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya
-
11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026: Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga