Suara.com - Persija Jakarta kembali membuat gebrakan jelang Liga 1 2022/2022. Mereka kini resmi mendatangkan gelandang asal Jerman, Hanno Behrens. Pengumuman itu disampaikan Persija pada Senin (4/7/2022) malam WIB.
Hanno Behrens didatangkan Persija Jakarta dari klub divisi kedua Liga Jerman (2. Bundesliga), Hansa Rostock. Melansir Transfermarkt, Macan Kemayoran mengikat sang pemain hingga 30 Juni 2025.
Hanno Behrens menjadi pemain asing ketiga yang didatangkan Persija Jakarta jelang musim baru. Sebelumnya, mereka sudah lebih dulu mengamankan tanda tangan dua penggawa timnas Republik Ceko, Ondrej Kudela dan Michael Krmencik.
Pelatih Persija, Thomas Doll menyambut baik kedatangan Hanno Behrens ke timnya. Dia berharap sang pemain bisa memberi dampak positif untuk tim ibu kota.
“Akhirnya lini tengah kami kedatangan Hanno. Saya sudah beberapa kali meneleponnya untuk berbicara dengan mengenai kepindahannya dan dia sudah tidak sabar untuk datang ke sini,” kata Thomas Doll dalam rilis Persija Jakarta.
“Bagi saya Hanno adalah pemain tengah yang sangat produktif. Saya harap dia bisa membantu lini tengah untuk mengalirkan bola ke depan. Hanno memiliki pengalaman bermain di klub Jerman. Salah satunya klub saya terdahulu, Hansa Rostock dan Hamburg SV,” tambahnya.
Menyitat data Transfermarkt, Hanno Behrens yang kini berusia 32 tahun, menghabiskan seluruh kariernya di Jerman sebelum berseragam Persija Jakarta.
Dia memulai kariernya di Elmshorn Youth sebelum bergabung dengan Hamburg U-17 pada 1 Juli 2005 silam. Dia kemudian dipromosikan ke tim senior Hamburg pada 2009, sebelum pindah ke Darmstadt 98 tuga tahun berselang.
Setelahnya, Hanno kemudian berpetualang ke Nuremberg FC pada 2015 sebelum bergabung dengan Hansa Rostock tahun lalu dan kini resmi menjadi pemain Jerman pertama di Persija Jakarta.
Baca Juga: Ondrej Kudela Cari Tahu Tentang Persija Lewat YouTube Sebelum Putuskan Berseragam Macan Kemayoran
Selama berkarier, Hanno yang meski berposisi sebagai gelandang, memiliki catatan gol yang cukup fantastis. Tercatat, dia total telah menyarangkan bola sebanyak 54 kali ke gawang lawan.
Berita Terkait
-
Penyerang Anyar Persija Michael Krmencik Klaim Gaya Mainnya Mirip Fernando Torres
-
Thomas Doll Punya Kemiripan dengan Shin Tae-yong, Apa Itu?
-
Jeblok di Piala Presiden, Pemain Persija Akui Tampil Hati-hati Demi Fokus Liga 1
-
Rezaldi Hehanussa Sebut Gaya Melatih Thomas Doll Serupa dengan Luis Milla
-
Pertama Kali Pasca Pandemi, Pemain Persija Kembali Sapa Jakmania di PRJ Kemayoran
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim