Suara.com - Pratama Arhan akhirnya menjalani debut bersama Tokyo Verdy. Namun di balik laga pertama eks PSIS Semarang ini memakan korban karena penerjemahnya harus dipecat klub.
Informasi Pratama Arhan debut di Tokyo Verdy pertama kali diungkap oleh penerjemahnya via akun Instagram Stories @goldbraka sehari sebelum pertandingan melawan Tochigi SC.
Kabar Pratama Arhan debut ini langsung disambut gembira pecinta sepak bola Indonesia. Namun nahas bagi penerjemahnya karena ia membocorkan informasi klub ke publik.
Meski postingannya sudah keburu dihapus, tapi kabar ini sudah menyebar luas sehingga menimbulkan kontroversi. Nah, di hari H pertandingan Arhan memang debut, tapi Tokyo Verdy memecat penerjemahnya.
Dinukil dari laporan situs resmi klub pada Rabu (6/7/2022) bocornya informasi tentan pemain yang bakal tampil ini telah melanggar peraturan J League. Sehingga pihak klub memecat penerjemah Arhan.
"Menanggapi ini klub melakukan wawancara dengan orang tersebut dan memutuskan untuk memecat staf. Jadi kami ingin melaporkannya sebagai berikut," tulis pernyataan Tokyo Verdy.
Pihak klub menjelaskan bahwa penerjemah Arhan telah mengunggah informasi terkait sang pemain akan menjalani debutnya. Kabar itu dibagikan via Instagram Stories.
Pihak klub segera meminta penerjemah Arhan untuk menghapusnya. Kendati begitu, ia disebut tidak berniat mencari keuntungan apapun atau sengaja memberi tahu lawannya.
"Kami mengkonfirmasi staf klub tidak punya niat berlaku tidak adil seperti menikmati keuntungan apapun dengan membocorkan informasi itu. Atau tidak berniat menguntungkan lawan," sambung pernyataan itu.
Baca Juga: Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Thailand: Hokky Caraka Kembali Jadi Andalan
Sayangnya disebutkan bahwa tindakan yang dilakukan penerjemah Arhan sudah melanggar aturan J League. Akibatnya ia harus dipecat klub.
Tokyo Verdy sendiri berjanji akan memperkuat sistem manajemen informasi setelah adanya kebocoran informasi ini.
Terlepas dari itu, Pratama Arhan bermain dalam 45 menit bersama Tokyo Verdy melawan Tochigi SC. Klub ibu kota ini berhasil menang dengan skor tipis 1-0.
Berita Terkait
-
Pratama Arhan Main 45 Menit di Laga Debut Bersama Tokyo Verdy, Nyaris Bikin Assist
-
Pratama Arhan Debut Hari Ini, Masuk Starting Lineup Tokyo Verdy Hadapi Tochigi SC
-
Media Jepang Soroti Bocornya Informasi Pratama Arhan Bakal Debut di Tokyo Verdy
-
Pratama Arhan Dikabarkan Bakal Debut Bersama Tokyo Verdy Lawan Tochigi SC
-
5 Pemain yang Paling Sering Dimainkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen