Suara.com - Kick off Piala Dunia 2022 Qatar hanya tinggal hitungan bulan. Sebelum menikmati edisi ke-22 kompetisi sepak bola terakbar di dunia itu, ada baiknya untuk mengingat kembali rekor Piala Dunia yang hingga kini belum bisa dipecahkan.
Piala Dunia jadi ajang sepak bola paling ditunggu-tunggu para pemain maupun penggemar karena hanya berlangsung setiap empat tahun sekali.
Karena langkanya kesempatan untuk tampil di Piala Dunia, banyak pemain atau pihak-pihak yang terlibat, mungkin ingin memecahkan rekor masa lalu yang hingga detik ini masih terus bertahan.
Lantas, apa saja rekor Piala Dunia yang masih belum terpecahkan itu? berikut ini daftar dari beberapa rekor yang masih terjaga kesuciannya.
1. Pelatih Termuda
Rekor pertama Piala Dunia yang masih terjaga sampai saat ini adalah munculnya pelatih termuda atas nama Juan Jose Tranmutola.
Tranmutola mencatatkan rekor tersebut ketika memimpin timnas Argentina pada Piala Dunia 1930. Ketika itu, usianya masih 27 tahun 267 hari.
2. Juara Brasil
Jumlah gelar juara Piala Dunia yang ditorehkan Brasil hingga saat ini belum ada yang mampu melampaui atau bahkan menyamai.
Baca Juga: Mengenang Sepak Terjang Timnas Indonesia di Piala Dunia
Brasil mengoleksi lima trofi Piala Dunia mulai dari edisi 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002. Hanya Jerman dan Italia yang mampu mendekati torehan tersebut.
Meski belum bisa menyamai, Jerman dan Italia berhasil mengoleksi empat trofi Piala Dunia hingga saat ini dan Piala Dunia 2022 bisa jadi kesempatan bagi Der Panzer untuk menyamai rekor gelar Selecao.
3. Kemenangan Brasil
Rekor Brasil tak hanya pada raihan gelar juara, tetapi juga catatan kemenangan yang mereka raih sepanjang digelarnya Piala Dunia.
Brasil pernah menorehkan 11 kemenangan beruntun di Piala Dunia 2002 hingga 2006 sebelum rentetan kemenangan mereka terhenti di tangan Prancis.
Brasil untuk kali pertama takluk di Piala Dunia sejak 2022 ketika berjumpa Prancis pada perempat final Piala Dunia 2006.
Tag
Berita Terkait
-
Gelar Kejuaraan Nusantara Open 2022, Prabowo Subianto Akan Bentuk Tim untuk Piala Dunia
-
Cari Bibit Unggul untuk Piala Dunia, Prabowo Gelar Turnamen Sepak Bola Nusantara Open 2022 U-16
-
Mimpi Prabowo Subianto Gelar Kompetisi Sepak Bola Usai Dini: Indonesia Harus Punya Tim yang Masuk Piala Dunia
-
Meski Tak Ikut Bertarung di Piala Dunia 2022, Indonesia Pernah Berpartisiapasi dengan Beberapa Hal Ini
-
Pemain Timnas Indonesia U-19 yang Layak Tampil di Piala Dunia U-20 2023, Salah Satunya Rabbani Tasnim
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik