Liverpool dan Manchester City tak memerlukan bedah luar dalam seperti seharusnya ditempuh United.
Adalah mantan pelatih Setan Merah, Ralf Rangnick, yang merekomendasikan reformasi mendasar di Old Trafford agar bisa mengalami lagi masa jaya seperti era Alex Ferguson.
Tapi manajemen United tak terlihat mengerahkan segalanya dan membuat terobosan dalam upaya mendapatkan target-target utama, khususnya Frenkie de Jong.
Memang dengan hanya memiliki tiket Liga Europa, United tak menarik bagi pemain-pemain bintang seperti de Jong. Cristiano Ronaldo saja ingin meninggalkan United karena alasan ini.
Tetapi banyak kalangan menilai gerakan manajemen Setan Merah kalah ambisius dibandingkan Erik ten Hag.
Sehari sebelum bertandang ke kandang Brentford Sabtu malam ini, Ten Hag ditanyai wartawan 'berapa lama mengembalikan kejayaan di Old Trafford?'.
Ten Hag yang mempersembahkan tiga trofi juara Liga Belanda kepada Ajax Amsterdam, tak memberikan kerangka waktu, namun secara implisit dia ingin secepatnya mengubah United seperti tim yang didambakan suporternya.
Ingin tim juara
Ten Hag berkata, "saya tak bisa meminta penggemar bersabar karena mereka ingin menyaksikan sebuah tim juara. Dan itulah alasannya saya ada di sini, saya harus menciptakan tim juara."
Baca Juga: Prediksi Brentford vs Manchester United di Liga Inggris, 13 Agustus 2022
Terlihat sudah, ten Hag memang ambisius, terlihat pula dari cara dia mengubah United belakangan ini menjadi tim yang memiliki pakem yang jelas.
Sekalipun kalah dari Atletico Madrid dalam laga persahabatan bulan lalu dan dibungkam Brighton pekan lalu, tak bisa dipungkiri Ten Hag telah mengubah Manchester United menjadi tim yang lebih terencana dan terstruktur saat memainkan bola dan menyerang, bahkan perlahan tengah menjadi pola baku dan pakem.
Sayangnya United masih terlalu mengandalkan formasi tim yang musim lalu membuat mereka finis urutan keenam, termasuk mereka yang mengisi bagian vital dalam sepak bola modern; lapangan tengah.
Sektor inilah yang sering dibedah banyak orang. United dianggap tak memiliki jenderal lapangan tengah. United tak memiliki poros sekaliber Frenkie de Jong yang mati-matian berusaha didatangkan Erik ten Hag dari Barcelona.
Faktor besar di balik kekalahan United dari Birghton dan Atletico pun karena ketiadaan dirigen lapangan tengah ini. Mereka tak mendapatkan fungsi ini dari Scott McTominay dan Fred.
Kedua pemain ini sering tampil cemerlang. Tapi mereka juga kadang bermain di bawah standard.
Padahal dalam liga sekompetitif Liga Inggris, pemain yang konsisten bermain cemerlang di lapangan tengah adalah vital bagi tim.
Mantan jenderal lapangan tengah United, Roy Keane, sampai mengatakan sepanjang lapangan tengah diisi McTominay dan Freed, United tak akan pernah menjuarai apa-apa.
Brighton mungkin tahu soal ini, termasuk dengan belajar dari bagaimana Atletico mengalahkan United bulan lalu itu.
Sabtu malam nanti giliran Brentford yang mungkin mempelajari cara Brighton dan Altetico mengalahkan Manchester United.
Brentford sendiri sulit ditaklukkan di kandangnya. Musim lalu, mereka menjebol gawang Liverpool tiga kali untuk memaksa seri 3-3. Mereka juga memaksa City dan Chelsea menang 1-0 dengan susah payah.
Intinya, Brentford yang sejauh ini telah membeli delapan pemain baru termasuk Mikkel Damsgaard dari Sampdoria, tak akan lebih mudah dari Brighton.
Meski begitu, pilihan Ten Hag di Stadion Gtech Community di Brentford nanti hanya satu, yakni menang.
Menang akan membuat tekanan mengendur kepada pemilik, walau tak akan membuat Ten Hag puas. Sebaliknya, kalah akan lebih buruk bagi citra keluarga Glazer.
Pendukung garis keras Setan Merah sampai bersumpah akan mengosongkan Old Trafford kala menjamu Liverpool pekan depan jika performa semakin buruk dan jika gerak di bursa transfer tetap selamban sekarang.
Saat bersamaan, usahawan kaya raya Inggris yang hampir mengakuisisi MU pada 1989, Michael Knighton, menyatakan akan menggandeng sebuah konsorsium untuk mengenyahkan keluarga Glazer dari Old Trafford.
Dinamika-dinamika seperti ini membuat pertandingan melawan Brentford menyajikan pertaruhan besar di dalam dan di luar stadion, terutama bagi pemilik United.
Ini sudah seperti laga final, terlebih bagi keluarga Glazer. Bagi ten Hag sendiri, laga ini bisa menjadi pengukuh formulanya.
Dengan atmosfer semenuntut ini, pertandingan Sabtu malam nanti itu akan berlangsung sengit, sejak menit pertama.
[Antara]
Berita Terkait
-
5 Hits Bola: Deretan Pelatih Liga 1 yang Diprediksi Bisa Bernasib Seperti Robert Alberts
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Kedua
-
Ingin Pinjam Justin Kluivert, Fulham Kontak AS Roma
-
Chelsea Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Tebus Frenkie de Jong dari Barcelona
-
Selangkah Lagi Adrien Rabiot Bakal Jadi Milik Manchester United
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Ini Dia Kartu AS Inggris untuk Depak Lionel Messi Cs dari Piala Dunia 2026
-
Head to Head Argentina vs Inggris: Siapa Lebih Unggul Jelang Semifinal Piala Dunia 2026?
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
-
Abaikan Sejarah 'Tangan Tuhan', Scaloni Minta Rivalitas Argentina vs Inggris Tak Dibesar-besarkan
-
Sesumbar Eks Gelandang Timnas Inggris: Kami Akan Pulangkan Lionel Messi!
-
Bek Prancis Ibrahima Konate Tak Gentar Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Denis Kolinger Ungkap Alasan Pilih Persija Jakarta, Nama Marko Simic Jadi Faktor Tak Terduga
-
FIFA Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara, Gianni Infantino Ungkap Alasannya
-
Performa Bellingham Bikin Supoter Timnas Inggris Geleng-geleng: Sukar Dipercaya!
-
Cedera Lagi, Mauro Zijlstra Tinggalkan TC Timnas Indonesia, Dipastikan Absen di Piala AFF 2026