Suara.com - Berikut 3 alasan penggawa PSM Makassar Yakob Sayuri layak mendapat tempat di Timnas Indonesia yang akan berlaga di ajang Piala AFF 2022.
Sebagaimana diketahui, Piala AFF 2022 akan bergulir dalam waktu dekat. Pihak AFF selaku penyelenggara telah merilis pembagian grup.
Di Piala AFF 2022, Timnas Indonesia tergabung di grup A bersama Thailand, Filipina, Kamboja dan pemenang babak kualifikasi antara Brunei Darussalam vs Timor Leste.
Dengan ambisi merengkuh gelar perdana di Piala AFF, mau tak mau Shin Tae-yong harus mengumpulkan para pemain terbaik.
Salah satu pemain yang bisa dipertimbangkan Shin Tae-yong adalah Yakob Sayuri, winger milik PSM Makassar yang dalam beberapa waktu ke belakang menjadi buah bibir penikmat sepak bola Indonesia.
Yakob Sayuri tampil gemilang saat PSM Makassar membantai Persib Bandung 5-1 di pekan ke-7 Liga 1 2022/2023, Senin (29/8/2022).
Berikut tiga alasan Yakob Sayuri memang layak dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022 mendatang.
1. Tengah Moncer
Yakob Sayuri menjadi salah satu pemain lokal yang tengah moncer baik itu di Liga 1 maupun di ajang lainnya seperti Piala AFC 2022.
Baca Juga: PSM Makassar Bantai Persib Bandung 5-1, Bernardo Tavares Keluhkan Hal Ini
Pemain berusia 24 tahun ini mampu menjadi tulang punggung bagi PSM Makassar dalam menyerang. Hal ini dibuktikan dari catatan golnya.
Di kancah Liga 1, Yakob Sayuri mampu mencetak 3 gol dan 2 assist dalam 6 penampilan. Belum lagi dengan sumbangan 2 golnya bagi PSM Makassar di Piala AFC 2022, sehingga Juku Eja berhasil ke final.
2. Kenal dengan Pola Shin Tae-yong
Yakob Sayuri sejatinya bukan nama asing bagi Shin Tae-yong. Sebab, dirinya pernah menjadi salah satu pemain yang dipanggil juru taktik asal Korea Selatan itu.
Eks pemain Barito Putera itu pernah dipanggil ke Timnas Indonesia kala melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada tahun 2021 silam.
Saat itu, Yakob Sayuri bermain sekali selama 45 menit. Sehingga, dirinya pun akrab dengan pola permainan Shin Tae-yong, tanpa perlu beradaptasi lagi dari awal.
Tag
Berita Terkait
-
Indonesia Nonton Final Piala AFF 2026: Vietnam Punya Kartu AS Kalahkan Thailand
-
Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Era Baru Igor Tolic Dimulai
-
Lawan Vietnam di Final Piala AFF 2026, Pelatih Thailand Singgung Timnas Indonesia
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim
-
Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus
-
Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif
-
Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!
-
Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1
-
Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja
-
Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton
-
DPR Dukung Aturan Baru MA: Putusan Bebas Tidak Boleh Kasasi Lagi
-
Bukan Cuma WNA, Menkum Tegaskan Diaspora Prioritas di Aturan Kewarganegaraan Ganda Terbatas
-
BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM