Suara.com - Para pemenang Ballon dOr tahun ini akan mendapatkan token digital yang menyertai trofi berkilau mereka. Demikian dikonfirmasi penyelenggara seperti dilansir AFP, Kamis (8/9/2022).
Anugerah yang berbasis di Prancis yang digelar grup media Equipe ini sudah memberikan penghargaan ini kepada para pesepak bola terbaik dunia selama 66 tahun dengan menganugerahkan kepada pengakuan global dan trofi berbentuk bola emas kepada mereka.
Tetapi tahun ini Equipe berusaha beralih ke mata uang kripto dengan menawarkan berbagai token digital (NFT) gratis kepada pemenang tetapi ratusan lainnya dijual kepada masyarakat.
Dunia olahraga dibanjiri proyek NFT setelah penyelenggara, klub, dan pemain berusaha memonetisasi ketenaran mereka.
Token adalah potongan kode komputer yang disimpan dalam blockchain yang merupakan buku besar digital yang menyimpan informasi tentang aset digital.
Token-token itu dikaitkan dengan karya seni, avatar video game, atau objek dunia nyata seperti halnya Ballon d'Or.
NFT umumnya dibeli oleh orang-orang yang berharap bisa menjualnya lagi demi keuntungan, sedangkan nilainya didasarkan kepada kelangkaan dan kolektibilitas.
Tetapi tahun ini seluruh sektor kripto mengalami kerugian setelah nilai mata uang dan aset digital seperti NFT mengalami pukulan.
Namun demikian, Equipe mengatakan NFT dalam Ballon d'Or adalah bagian dari strategi jangka panjang.
Baca Juga: Pertama Kali Setelah 20 Tahun, Cristiano Ronaldo Siap Tampil Lagi di Liga Europa
"Koleksi pertama ini akan diikuti oleh yang lain seperti Ballon d'Or, dan lebih luas lagi kelompok Equipe dan Amaury, ingin memproyeksikan dirinya secara berkelanjutan kepada dunia web3 yang merupakan era baru internet terdesentralisasi," kata kelompok media itu seperti dikutip AFP.
Equipe mengatakan akan melelang tiga NFT yang akan membuat para pemegangnya mendapatkan "akses VIP" ke acara penganugerahan Ballon d'Or pada 17 Oktober.
Striker Prancis dan Real Madrid Karim Benzema menjadi favorit memenangkan anugerah sektor putra tahun ini.
Kebetulan Benzema sudah meluncurkan koleksi NFT-nya sendiri awal tahun ini.
[Antara]
Berita Terkait
-
Bukan Messi atau Ronaldo, Legenda Perancis Jagokan Sosok Ini Raih Ballon d'Or
-
Blak-blakan, Lamine Yamal Akui Kecewa Gagal Raih Ballon d'Or 2025
-
Ambisi Harry Kane di Piala Dunia 2026: Kawinkan Gelar Juara Dunia dengan Ballon d'Or
-
Raih MVP Liga Champions, Khvicha Kvaratskhelia Kandidat Kuat Ballon d'Or 2026
-
Sejarah Baru! Ballon d'Or 2026 untuk Kali Pertama akan Digelar di London
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?