Suara.com - Mendiang Ratu Elizabeth II kerap disebut sebagai fans berat Arsenal. Namun, terdapat satu klub Liga Inggris yang mendapatkan perlakukan khusus sang ratu yang wafat dalam usia 96 tahun pada Jumat (9/9/2022) tersebut.
Semasa hidup, Sepak bola merupakan aktivitas yang lekat dalam kehidupan Ratu Elizabeth II. Hal itu jelas menimbulkan pertanyaan klub Inggris mana yang dirinya dukung selama ini.
Sejumlah klub dari London, seperti West Ham United dan Arsenal diyakini menjadi beberapa klub favorit sang ratu yang telah meninggal dalam tenang.
Meskipun dalam sebuah wawancara yang pernah dilakukan, pihak Kerajaan Inggris pernah mengklaim jika sang ratu bukan seorang fan sepak bola yang fanatik.
Berbeda jauh dari anggota keluarga lainnya, bahkan saking tertutupnya sang ratu tak pernah secara terang-terangan menyatakan dukungan untuk klub favoritnya.
Akan tetapi di tahun 2009, Mirror sempat membahas terkait misteri klub Premier League mana yang menjadi kesayangan dari sang ratu.
Awalnya Ratu Elizabeth II dikira fan berat Arsenal, hal itu dikarenakan sang ratu gemar menemani sang cucu, Pangeran Harry yang merupakan fan berat The Gunners.
Namun pihak kerajaan membantah hal itu, dan justru menyebut sang ratu berada dalam posisi netral saat memberi dukungan bagi klub-klub Premier League.
Sementara di masa lalunya, sang ratu disebut menjadi salah satu fan berat West Ham United dan hal ini dilihat dari perlakuan spesialnya.
Baca Juga: Terbaru! Daftar WAGs Liga Inggris 2022-2023, Ada Mantan Cheerleader, Suka Banget Berjemur di Pantai
Saat itu sang ratu mengizinkan The Hammers pindah ke Queen Elizabeth Olimpic Stadium yang terletak di Boleyn Ground saat Perang Dunia Kedua.
Menariknya, kecintaan sang ratu terhadap West Ham United karena salah satu staf kerajaan terus menerus membicarakan Milwall.
Karena tak mau kalah saing, kemudian sang ratu memilih West Ham sebagai tim jagoannya di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Inggris.
Kontributor: Eko Isdiyanto.
Berita Terkait
-
Pertandingan Liga Inggris Dikabarkan Ditunda karena Ratu Elizabeth Meninggal Dunia
-
Dapat Izin Kerja, Diego Costa Kembali ke Liga Inggris
-
8 Video Gol Terbaik Pekan ke-6 Liga Inggris, Erling Haaland Hingga Ivan Toney
-
Daftar Pemain Timnas Curacao untuk Hadapi Indonesia: Bertabur Bintang, Ada Jebolan Liga Inggris
-
5 Pelatih Liga Inggris Paling Lama Melatih Klub Sampai Musim 2022-2023
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan