Suara.com - Pelatih Stefano Pioli berharap AC Milan tidak jatuh ke lubang yang sama ketika menjamu Chelsea dalam matchday keempat Grup E Champions League 2022-2023, di San Siro, Milan, Rabu (12/10/2022) dini hari WIB.
Stefano Pioli meminta para pemain AC Milan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya guna menuntaskan balas dendam setelah kalah telak 0-3 dalam matchday ketiga di Stamford Bridge, London pekan lalu.
“Kami perlu menunjukkan bahwa pertandingan di London hanya sekali dan tidak normal. Kami dapat belajar dari situasi yang terjadi Rabu lalu untuk membuat lebih sedikit kesalahan," kata Stefano Pioli dikutip dari laman resmi AC Milan.
Pada pertemuan pertama musim ini, AC Milan tidak berkutik. Meski menang penguasaan bola, Rossoneri tidak diberi kesempatan menciptakan banyak peluang.
Tercatat, AC Milan cuma menciptakan empat peluang dan parahnya, cuma satu diantaranya yang mengarah ke gawang.
Menurut Stefano Pioli, AC Milan harus benar-benar memusatkan fokus dan energi ke laga kontra Chelsea. The Blues dianggap sebagai tim yang sangat berbahaya dan kesalahan sedikit bisa berakibat fatal untuk mereka.
"Kami menghadapi tim yang, selain kualitas, telah membuktikan bahwa ia tahu bagaimana memanfaatkan kesalahan lawan. Kami fokus pada pertandingan besok," ujar Stefano Pioli.
Persaingan di Grup E Champions League 2022-2023 terbilang ketat hingga matchday ketiga. AC Milan masih tertahan di peringkat ketig dengan koleksi empat poin, setara Chelsea tetapi kalah selisih gol.
Puncak klasemen untuk sementara dikuasai tim asal Austria, RB Salzburg yang sejauh ini sudah meraih satu kemenangan dan dua kali imbang. Mereka berada di posisi teratas dengan koleksi lima poin.
Baca Juga: Bahagia di AS Roma, Tammy Abraham Enggan Bahas Balik ke Chelsea
"Dalam hal poin, grup ini sangat ketat; kami tidak bisa berpikir di luar Chelsea. Kami akan membutuhkan semua energi bisa kami dapatkan, termasuk dari penonton," kata Pioli.
"Bermain di depan penggemar kami sangat fantastis; mereka memberi kami dukungan luar biasa, yang mewakili senjata nyata setiap saat," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Penyebab Lionel Messi Absen di Laga PSG vs Benfica Malam Ini
-
Jadwal Champions League Malam Ini Live TV: AC Milan vs Chelsea, Dortmund vs Sevilla hingga PSG vs Benfica
-
Prediksi AC Milan vs Chelsea di Champions League: Head to Head, Susunan Pemain dan Skor Pertandingan
-
Jurgen Klopp: Apa yang Dilakukan Erling Haaland Itu Gila
-
Momen Selebrasi Brahim Diaz Tiru Lionel Messi usai Cetak Gol Fantastis Lawan Juventus
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana