Suara.com - Daftar kiper yang pernah meraih Golden Glove di pentas Piala Dunia akan dibahas di artikel ini. Salah satu penghargaan di ajang empat tahunan tersebut akan kembali diperebutkan.
Adapun, gelar individu ini baru pertama kali diberikan pada edisi Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Sejak saat itu, gelar Golden Glove terus diadakan setiap gelaran Piala Dunia.
Piala Dunia 2022 Qatar sendiri tidak lama lagi akan berlangsung. Sejumlah kiper-kiper hebat tentunya akan dinantikan penampilannya di ajang ini.
Lantas, siapa saja kiper yang pernah meraih gelar Golden Glove di Piala Dunia? Berikut ulasannya.
1. Michel Preud'homme
Mantan pemain asal Belgia ini tercatat menjadi penjaga gawang pertama yang meraih penghargaan Golden Glove. Di Piala Dunia 1994, Preud'homme cuma mampu membawa Belgia ke babak 16 besar.
Meski begitu, Preud'homme membawa pulang gelar Golden Glove. Sepanjang turnamen, Preud'homme cuma kebobolan 4 kali.
2. Fabian Barthez
Di Piala Dunia 1998, Fabian Barthez tampil ciamik bersama Prancis yang sekaligus bertindak sebagai tuan rumah. Barthez menunjukkan kualitasnya dengan hanya kebobolan 2 gol sepanjang turnamen.
Baca Juga: Hancurnya Hati Diogo Jota, Cuma Bisa Dukung Timnas Portugal Lewat Layar Kaca di Piala Dunia 2022
Dua gol yang bersarang di gawangnya itu berasal saat melawan Denmark di fase grup dan satu gol di babak semifinal melawan Kroasia.
Piala Dunia 1998 pun berhasil dijuarai oleh Prancis, makin spesial buat Barthez karena sekaligus meraih gelar Golden Glove.
3. Oliver Kahn
Sebagai salah satu kiper terbaik di dunia pada masanya, Oliver Kahn juga punya trofi Golden Glove di koleksi gelar individunya. Gelar ini diraih pada Piala Dunia 2002.
Meski Jerman kalah dari Brasil di babak final, Khan tampil ciamik sepanjang turnamen dengan hanya kebobolan 3 gol. Dua gol dari Ronaldo (Brasil) dan Robbie Keane (Irlandia).
4. Gianluigi Buffon
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey