Suara.com - Xavi Hernandez mengakui jika posisinya sebagai Pelatih Barcelona bisa saja berakhir di musim ini. Hal itu diungkapkan Xavi dalam jumpa pers pralaga kontra Villarreal.
Pekan kemarin Barcelona baru saja menelan kekalahan pertamanya di La Liga musim ini. Tandang ke markas Real Madrid, Barcelona tumbang 3-1 di laga El Clasico.
Sebelum El Clasico Barcelona juga gagal meraih poin penuh saat menjamu Inter Milan di matchday keempat Grup C Champions League. Fakta yang membuat peluang Barcelona ke babak 16 besar menipis.
Xavi pun kini fokus ke kompetisi domestik, mengetahui jika posisi terancam jika gagal memenangi gelar bagi Barcelona musim ini.
Jumat (21/10/2022) dini hari WIB, Barcelona akan kembali melakoni laga berat. Mereka akan menjamu Villarreal di Camp Nou.
Di laga ini tiga poin penting diraih untuk memangkas jarak dengan Real Madrid yang kini unggul enam poin dari Barcelona di klasemen sementara La Liga.
“Saya menyadari hal itu [kami perlu memenangkan gelar]. Saya harus jujur, dengan Cules, dengan klub. Saya pikir kami telah mengumpulkan tim untuk memenangkan gelar. Saya melanjutkan dengan semua antusiasme di dunia, terlepas dari kenyataan bahwa minggu ini ada banyak kritik,” kata Xavi.
“Jika saya tidak berhasil melakukannya, akan ada konsekuensinya," sambungnya dikutip Football Espana, Kamis (20/10/2022).
"Saya melanjutkan dengan tenang. Saya pikir skuad ini [cukup bagus] untuk memenangkan gelar. Jika tidak, pelatih lain akan datang dan mencoba melakukannya,” jelasnya.
Xavi juga menegaskan jika dia akan memahami seandainya Presiden Barcelona Joan Laporta kehilangan kepercayaan kepada dirinya jika Barcelona gagal merebut trofi musim ini.
“Tentu saja saya akan memahaminya, tetapi dia tidak mengatakan apa pun kepada saya," ujar Xavi.
"Ini tentang memenangkan gelar. Untuk itulah upaya ini dilakukan. Tidak perlu berbohong kepada siapa pun."
“Kami punya masalah cedera dalam beberapa pertandingan terakhir. Tapi targetnya tetap sama, yaitu memenangkan gelar musim ini.”
Berita Terkait
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
-
Pedri Percepat Persiapan Musim Baru, Jalani Program Latihan Mandiri Selama Liburan
-
Andai Lionel Messi Memilih Spanyol
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan