Suara.com - Pelatih Chelsea Graham Potter menyoroti ketajaman lini depan timnya ketika bermain imbang 1-1 menghadapi Manchester United pada pekan ke-13 Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Sabtu (22/10/2022) malam.
Dikutip dari situs resmi klub, Minggu (23/10/2022), Potter menjelaskan lini depan Chelsea seharusnya bisa menampilkan performa yang lebih baik dibanding apa yang mereka tunjukkan pada laga ini.
Meski begitu, secara keseluruhan timnya mampu tampil cukup baik ketika bermain pada sebuah pertandingan yang intens serta menghadapi tim yang memiliki kualitas baik.
"Kami hampir sampai di sana tetapi tidak memiliki bagian terakhir. Itu adalah area sebagai tim di mana kami bisa melakukan yang lebih baik, dalam hal permainan menyerang kami," terang Potter.
"Tapi itu adalah pertandingan yang intens dan sulit melawan tim di saat yang baik. Setiap orang memiliki jadwal yang mereka miliki sehingga tidak langsung, tetapi itu adalah sesuatu yang dapat kami tingkatkan. Tapi semangat, kebersamaan, usaha, kepribadian para pemain, semuanya luar biasa," sambung dia.
Soal jalannya pertandingan, pelatih asal Inggris itu menjelaskan Manchester United lebih baik dibanding timnya pada 20 menit pertama dan memaksa The Blues bermain lebih bertahan.
Potter menambahkan, hal tersebut membuat dirinya perlu sedikit melakukan penyesuaian pada permainan tim dan memasukkan beberapa pemain lain ke lini tengah agar dapat memberikan tekanan kepada Manchester United.
"Perasaan permainannya adalah bahwa kami sedikit diserbu di lini tengah, kami membutuhkan pemain tambahan di sana untuk menciptakan sedikit lebih banyak tekanan, untuk menghentikan mereka membangun serangan mereka dan karena itu membuat lebih sulit untuk membangun serangan kami," ungkap Potter.
"Jadi itu hanya perasaan yang saya miliki. Ini bukan keputusan yang mudah untuk dibuat, tetapi para pemain merespons dengan sangat baik dan mereka memberikan segalanya," katanya.
Baca Juga: Sempat Kena Mental, Jorginho Jadi 'Raja' Penalti Liga Inggris
Berita Terkait
-
Sempat Kena Mental, Jorginho Jadi 'Raja' Penalti Liga Inggris
-
Bek MU Raphael Varane Dikabarkan Cedera Parah hingga Menangis, Kini Terancam Absen di Piala Dunia 2022
-
Hasil Chelsea Vs MU: Gol Telat Casemiro Selamatkan Setan Merah Dari Kekalahan
-
11 Potret Ulang Tahun Dante Anak Chelsea Olivia yang Dirayakan Bersama Anak Yatim Piatu
-
Link Live Streaming Chelsea vs Manchester United di Liga Inggris Malam Ini, 22 Oktober 2022
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cedera Raphinha Jadi Alarm Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Siap Comeback Lawan Skotlandia
-
Piala Dunia 2026: Ngeri Hadapi Lini Depan Prancis, Pelatih Irak Berkelakar Ingin Pasang 3 Kiper
-
John Herdman Punya Cara Supaya Timnas Indonesia Menjadi Raja di ASEAN
-
LTS Jakarta 2026 Selesai Digelar: Awal dari Lahirnya Bintang Timnas Indonesia
-
Kylian Mbappe Ogah Pikirkan Perebutan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Virgil van Dijk: Saya Rasa Dunia Luar Sedikit Meremehkan Jepang
-
Julian Nagelsmann Targetkan Jerman Sapu Bersih Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Vinicius Junior akan Lebih Banyak Mendengarkan Carlo Ancelotti
-
Tekuk Selandia Baru, Mesir Sabet Kemenangan Perdana dalam Sejarah Piala Dunia
-
Dulu Menonton Piala Dunia dari Kelas, Kini Lamine Yamal Cetak Gol untuk Spanyol