Suara.com - Persikabo 1973 kembali turun ke lapangan untuk memulai latihan jelang kembali bergulirnya BRI Liga 1 2022/2023 pasca Tragedi Kanjuruhan, Malang. Pelatih Djadjang Nurdjaman pun langsung menggenjot fisik anak asuhannya.
Kelanjutan BRI Liga 1 2022-2023 pasca terhenti akibat insiden yang menewaskan setidaknya 135 orang itu memang belum jelas. PSSI pun belum mengumumkannya secara resmi.
Namun, terdapat rumor yang menyebut kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia itu akan kembali dilanjutkan pada 25 November 2022. Hal itu juga yang didengar oleh Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman.
Djanur menyebut fokus utama timnya untuk tahap awal setelah lama libur adalah mengembalikkan kondisi fisik pemain. Sebab, selama libur pasti ada penurunan kebugaran.
"Kami kembali berlatih bersama untuk menyiapkan diri jelang bergulirnya kembali kompetisi yang kabarnya akan dimulai 25 November, kalau tepat ya," kata Djadjang dalam keterangan resmi klub, Senin (24/10/2022).
"Fisik jadi fokus utama kami tim kepelatihan, karena latihan individual yang dilakukan pemain, saya menilainya kurang maksimal," sambung sosok yang akrab disapa Djanur itu.
Disisa waktu yang ada, mantan pelatih Persib Bandung itu meminta anak asuhnya untuk fokus. Meski belum jelas, ia mau Manahati Lestusen dan kawan-kawan dalam keadaan siap tempur di BRI Liga 1.
"Fisik modal utama bagi seorang pemain. Jika fisik bagus, maka strategi yang disiapkan otomatis akan berjalan dengan baik," terang Djanur.
"Maka, saya selalu mengingatkan dan meminta dengan tegas kepada semua pemain untuk mengikuti materi latihan dengan fokus dan disiplin," pungkas Djadjang Nurdjaman, pelatih Persikabo 1973.
Baca Juga: Striker Persib Ezra Walian Tetap Jaga Motivasi di Tengah Mandeknya Liga 1
Berita Terkait
-
Djadjang Nurdjaman Dengar Kabar Liga 1 Indonesia Dimulai Lagi 25 November 2022
-
Aremania Korban Meninggal ke-135 Tragedi Kanjuruhan Dinyatakan Positif Covid-19
-
Farzah Dwi Kurniawan, Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan ke-135 Dirawat dengan Fasilitas Incovit
-
Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Tembus 135 Orang
-
Pemakaman Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan ke 135 di TPU Sudimoro
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey