Suara.com - Media terkemuka Prancis, L'Equipe membocorkan soal komposisi ataupun strategi yang bakal diusung Timnas Prancis di Piala Dunia 2022. Les Bleus --julukan Timnas Prancis-- bakal menggunakan trio bek tengah di jantung pertahanan pada Qatar 2022 nanti.
L'Equipe tidak menyebut secara detail patron atau formasi apa yang bakal digunakan pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps di Piala Dunia nanti.
Akan tetapi, Les Blues bakal menggunakan skema tiga bek tengah di sentral pertahanan.
Disebutkan, bek Manchester United Raphael Varane bakal pulih tepat waktu dari cedera hamstring yang dialaminya di laga Liga Inggris kontra Chelsea beberapa waktu lalu, untuk memperkuat Prancis di Piala Dunia 2022.
Bek berusia 29 tahun itu pun digaransi jadi starter di lini belakang Prancis.
Untuk mendampingi Varane, Deschamps memilih William Saliba, bek yang tengah on fire di Liga Inggris musim ini dan jadi salah satu faktor kunci Arsenal bisa terus bertengger di puncak klasemen sementara EPL.
Satu nama lainnya yang akan mengisi lini belakang Prancis sebagai starter adalah bek jangkung yang baru berusia 21 tahun milik AS Monaco, Benoit Badiashile.
Meski masih muda, namun Badiashile digadang-gadang sebagai salah satu bek terbaik di Ligue 1 Prancis saat ini.
Trio Varane - Saliba - Badiashile ini akan jadi pilihan utama Deschamps di Piala Dunia 2022, membuat nama-nama macam Jules Kounde (Barcelona), Dayot Upamecano (FC Bayern), hingga Presnel Kimpembe (PSG) hanya akan berperan sebagai back-up di pos bek tengah.
Baca Juga: Mantan Presiden FIFA: Pilih Qatar Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 adalah Kesalahan
Timnas Prancis sendiri tergabung di Grup D Piala Dunia 2022 bersama Denmark, Tunisia dan Australia. Di laga perdana, Prancis akan menghadapi Australia Stadion di Al-Janoub di Kota Al Wakrah, Qatar, 23 November nanti.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026