Suara.com - Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan mengaku tidak ada perbedaan antara Tokyo Verdy dan Timnas Indonesia. Termasuk dalam hal kenyamanan dalam posisi saat bertanding.
Adapun Pratama Arhan bermain sebagai bek sayap kiri kala membela PSIS Semarang dan Timnas Indonesia. Di posisi tersebut, Arhan menjadi andalan PSIS dan tim nasional.
Sedangkan di Tokyo Verdy, sejak bergabung pada awal musim ini, ia baru tampil selama 45 menit. Pelatih Hiroshi Jofuku menempatkan Arhan sebagai penyerang sayap kiri.
Arhan menjelaskan sebenarnya tidak asing dengan posisi penyerang sayap kiri. Ia mengaku pernah bermain di tempat tersebut.
Pemain 20 tahun itu menjelaskan sejatinya nyaman bermain di posisi apapun. Pratama Arhan hanya mengikuti instruksi yang diberikan oleh pelatih.
"Saya biasa saja dimainkan di sisi sayap. Saya mengikuti instruksi pelatih. Di latihan saya juga dipasang di posisi itu. Jadi tidak masalah," kata Pratama Arhan dalam sambungan virtual zoom dengan awak media beberapa waktu lalu.
"Pelatih di sini (Tokyo Verdy) dengan Timnas juga beda. Jadi saya ikut instruksi pelatih, saya lakukan sesuai keinginan pelatih. Baik di sini atau Timnas," tambahnya.
Lebih lanjut, Arhan adalah pemain multi talenta. Ia bisa menjadi pelayan yang baik buat para striker hingga mencetak gol.
"Menurut saya semua sangat berkesan, baik Beri assist lemparan ke dalam dan mencetak gol. Karena main untuk tim, buat tim juga," pungkasnya.
Baca Juga: Sulit Dapat Menit Bermain, Pratama Arhan Akui J2 League di Atas Liga 1
Pratama Arhan sudah semusim membela Tokyo Verdy. Ia diikat kontrak selama dua tahun oleh tim yang berkompetisi di J2 League itu.
Profil Pratama Arhan
Pratama Arhan Alif Rifai merupakan pesepak bola muda kelahiran 21 Desember 2001. Pratama Arhan seorang pemain sepak bola profesional Indonesia yang bermain sebagai Bek kiri untuk klub Tokyo Verdy di J2 Jepang dan Tim nasional sepak bola Indonesia
Pratama Arhan bersinar saat timnas Indonesia menang melawan Malaysia dalam matchday terakhir Grup B Piala AFF 2020. Bek sayap milik PSIS itu memiliki andil besar dalam kemenangan besar Skuad Garuda.
Saat itu Timnas Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor telak 4-1 dalam matchday terakhir Grup B Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Minggu (19/12/2021).
Arhan dikenal karena kemampuan lemparan kedalam dengan jarak jauh. Selain itu biasa bermain sebagai bek kiri, ia juga bisa bermain sebagai bek sayap, bek kanan, dan gelandang.
Penampilan memukau Pratama Arhan di Kejuaraan AFF 2020 bersama Tim nasional sepak bola Indonesia dan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik membuat manajemen Tokyo Verdy tertarik untuk merekrutnya.
Apalagi dengan klausul kontrak khusus yang diberikan PSIS Semarang untuk membebaskan biaya transfer bagi klub yang berminat yang berasal dari Thailand, Jepang, dan Daratan Eropa mempermudah Tokyo Verdy dalam hal biaya dan negosiasi.
Berita Terkait
-
Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026
-
Striker Singapura Ilhan Fandi: Indonesia Selalu di Hati, Tapi Nanti Malam Kita Rival
-
Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda
-
3 Pemain Paling Berbahaya Singapura: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
Terkini
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya