Suara.com - Youssoufa Moukoko diharapkan jadi bomber atau mesin gol untuk Timnas Jerman di Piala Dunia 2022. Si Anak Ajaib Borussia Dortmund ini masih berusia 17 tahun tapi aksi di lapangan hijau dipastikan jadi ancaman untuk tim lawan.
Dengan dimasukkan Youssoufa Moukoko ke skuad tim panser, publik pun mengaga karena usianya masih muda sudah ditarik ke kancah sepak bola terbesar di dunia.
Al hasil pelatih timnas Jerman, Hansi Flick pun dianggap bikin kejutan menarik.
Posisi striker Youssoufa Moukoko menjadi salah satu angin sengar untuk Jerman menyongsong Piala Dunia 2022 dan mengulangi kesuksesan mereka di tahun 2014.
Usia Youssoufa Moukoko masih 17 tahun, tapi banyak sekali catatan mengejutkan yang diciptakan pemain ini.
Karier sepak bolanya berawal ketika bergabung dengan tim U-13 FC St Pauli. Dari rentang tahun 2014 hingga 2016, dia sudah mencetak 23 gol dalam 13 penampilannya di lini serang.
Pada Juli 2016, Borussia Dortmund akhirnya memboyong pemain muda ini ketika masih berusia 13 tahun untuk bermain di tim U-17.
Saat usianya baru menyentuh 14 tahun, dia promosi ke Borussia Dortmund U-19 pada musim 2019/2020 dengan mencetak enam gol pada laga melawan Wuppertaler SV di ajang Bundesliga U-19.
Selama bermain di level U-17 dan U-19 bersama Borussia Dortmund, Moukoko sudah mencetak total 141 gol dari 88 pertandingan. Jumlah yang sangat fantastis bagi seorang pesepak bola muda.
Sejak Januari 2020, Moukoko sudah mulai berlatih bersama tim utama Borussia Dortmund di bawah asuhan Lucien Favre.
Namun, ia masih belum bisa bermain karena batas usia bawah yang diterapkan oleh DFB.
Pada 21 November 2020, setelah usianya menginjak 16 tahun, Moukoko langsung mencetak debutnya bersama Dortmund saat menggantikan Erling Haaland pada menit ke-85 melawan Hertha BSC.
Dengan penampilan itu, Moukoko sukses mencatatkan rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah Bundesliga dengan mengalahkan catatan Nuri Sahin yang bermain pada usia 16 tahun 334 hari.
Rekor lainnya yang sukses diciptakan pemain ini ialah mencetak gol debutnya ketika melawan Union Berlin. Saat itu, dia mencatatkan rekor pencetak gol termuda di sejarah Bundesliga ketika usianya baru menginjak 16 tahun 28 hari.
Di level tim nasional, ini adalah pemanggilan pertama Youssoufa Moukoko di level senior. Sebelumnya ia hanya bermain bersama kelompok U-16 hingga U-21.
Berita Terkait
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Jurgen Klopp Semakin Dekat Latih Timnas Jerman, Ini Sederet Prestasinya
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z
-
Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
-
Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini
-
Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta
-
Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris
-
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari
-
Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat