Suara.com - Warga Qatar curhat ingin dimengerti para turis Piala Dunia 2022 yang banyak memprotes larangan alkohol di negara teluk itu. Larangan alkohol bukan karena politik, tapi budaya mereka sebagai negara Islam.
Salah satu warga Qatar, Abdulla Murad Ali mengatakan dia menaruh harapan Piala Dunia 2022 Qatar bisa dinikmati oleh seluruh orang di dunia.
Sehingga seorang bankir asal Qatar ini minta orang-orang yang datang ke Doha harus menghormati budaya lokal Qatar.
“Qatar adalah negara Islam, dan alkohol adalah 'haram' [dilarang] dalam agama kami. Yang kami minta hanyalah agar dunia menunjukkan 'ehtaram' (rasa hormat) terhadap budaya kami,” katanya kepada Al Jazeera.
Ali mengacu pada kehebohan di antara beberapa penggemar tentang keputusan FIFA Jumat lalu untuk melarang alkohol di tempat turnamen. Padahal minuman keras masih akan tersedia di hotel, bar, dan Zona Penggemar FIFA resmi.
Terlebih pengumuman alkohol terlarang di Qatar sudah diumumkan jauh hari, saat pengumuman Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
“Jika FIFA melarang alkohol ketika Qatar diumumkan sebagai tuan rumah, itu akan berbeda,” kata Federico Farraz, seorang penggemar sepak bola dari Portugal.
Warga lain, Sonia Nemmas adalah seorang ibu Yordania dari tiga anak perempuan yang dibesarkan dalam rumah tangga yang gila sepak bola.
Keluarga tersebut memiliki tiket untuk pertandingan larut malam dan khawatir berada di stadion di mana penggemar yang mabuk berpotensi hadir.
Baca Juga: Susunan Pemain Maroko vs Kroasia di Grup F Piala Dunia 2022 dan Link Live Streaming
“Ketika kami pergi ke negara lain, kami tidak bertanya mengapa kami diminta untuk mengikuti aturan mereka atau menghormati budaya mereka,” katanya sambil mengangkat bahu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup