Suara.com - Keberhasilan Timnas Jepang mengalahkan Jerman dalam matchday pertama Grup E Piala Dunia 2022 menjadi ironi tersendiri bagi sepak bola Indonesia.
Indonesia yang sempat menjadi "guru" bagi Jepang dalam mengelola kompetisi, kini sudah jauh tertinggal dari sang murid asal Asia Timur tersebut.
Timnas Jepang mengejutkan Piala Dunia 2022 setelah melakoni comeback dramatis atas Jerman. Sempat tertinggal di babak pertama, tim Samurai Biru berbalik menang 2-1.
Dalam pertandingan di Stadion Internasional Khalifa, Qatar itu, Jepang tertinggal lebih dulu melalui gol penalti Ilkay Gundogan (33').
Tim asuhan Hajime Moriyasu itu kemudian bangkit dengan mencetak dua gol di babak kedua lewat Ritsu Doan (75') dan Takuma Asano (83').
Sebelum membuat gebrakan di Piala Dunia 2022, Jepang 43 tahun silam bukanlah negara kuat di kancah sepak bola Asia. Bahkan, mereka belajar mengelola kompetisi dari Indonesia.
Jepang saat itu berguru pada Indonesia yang berhasil menggelar kompetisi bertajuk Galatama pada 1979. Negeri Sakura coba memanfaatkan perkembangan sepak bola Tanah Air.
Pada tahun 1979, delegasi Jepang berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari kompetisi semi-profesional Liga Sepak Bola (Galatama).
Namun mereka baru menggulirkan kompetisi sepak bola profesional pada 1993 alias satu tahun lebih cepat dari Indonesia yang menggulirkan Liga Indonesia (Ligina) pada 1994-95.
Baca Juga: Ron Vlaar Pede Belanda Angkat Trofi Piala Dunia 2022, Tapi...
Saat itu Liga Indonesia atau Ligina merupakan gabungan dari Galatama dan Perserikatan. Jepang disebut memanfaatkan dinamisnya perkembangan sepak bola.
Kini, di saat Indonesia masih sibuk dan berkutat dengan masalah di kompetisi domestik dan persoalan internal di tubuh federasi, Jepang sudah melesat jauh.
Di saat Indonesia yang hingga kini belum mampu menjuarai Piala AFF yang notabene cuma kompetisi level Asia Tenggara, Jepang sudah menjadi langganan tampil di Piala Dunia.
Pasalnya, selain berguru dengan Indonesia, pemerintah Jepang yang memang serius mengembangkan sepak bola di negerinya, juga menimba ilmu dari negara-negara lain terutama di Eropa.
Di tahun 1963, Jepang datang ke Duisburg untuk mempelajari sistem tim nasional Jerman Barat tepat setelah negara ini menjadi kampiun di Piala Dunia 1954 di Swiss.
Memasuki era 1970-an, prestasi Jepang di kancah internasional mulai terlihat sebagai negara pertama di Asia yang mengekspor pemain ke Eropa.
Berita Terkait
-
3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Ada yang Main di Eropa
-
Kesan Arkhan Fikri Selama Ikut TC Timnas Indonesia U-20 di Eropa
-
Imbang Kontra Malaga, Timnas Indonesia U-20 Disebut Kurang Kompak
-
Punya Banyak Pemain Top, Ini 3 Opsi Formasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2022
-
Seri Lawan Malaga U-19, Arkhan Fikri Keluhkan Masalah Finishing Timnas Indonesia U-20
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga