Dua tendangan tepat sasaran dicatatkan Tunisia di babak pertama, sementara 'tim kedua' Prancis sama sekali tak memiliki shot on target.
Masuk babak kedua, Tunisia masih tetap memegang kendali permainan. Upaya mereka mendapatkan gol pun menemui hasil pada menit ke-58. Adalah Wahbi Khazri yang mencatatkan namanya di papan skor.
Diawali kesalaan Youssouf Fofana di lini tengah, bola direbut Aissa Laidouni. Nama terakhir mengirimkan umpan terobosan yang diteruskan Khazri dengan sepakan ke tiang jauh gawang Mandanda. 1-0!
Tunisia sendiri akhirnya 'pecah telur' mencetak gol di Piala Dunia 2022 setelah sebelumnya majal hampir di empat jam pertandingan Grup D.
Ketinggalan 0-1, pelatih Prancis, Didier Deschamps akhirnya bereaksi dengan menurunkan attacker terbaiknya macam Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Antoine Griezmann.
Di 15-20 menit terakhir, Prancis praktis mendominasi penuh laga. Mereka menyerang dari berbagai arah.
Prancis akhirnya bisa menyamakan skor di penghujung laga lewat Griezmann yang melepaskan sepakan voli di kotak penalti Tunisia usai terjadi kemelut, dengan bola melesat masuk ke gawang Dahmen.
Namun uniknya, ketika laga sudah berakhir, wasit mendapat sinyal dari ruang VAR. Sang pengadil melihat monitor untuk melihat adanya pelanggaran sebelum gol. Gol lantas dibatalkan karena Griezmann sudah terjebak offside duluan.
Laga kemudian berlanjut lagi. Namun setelah sekira satu menit, pertandingan akhirnya benar-benar rampung seiring dengan tiupan peluit panjang dari wasit. Tunisia tetap menang 1-0.
Baca Juga: Polandia Punya Banyak 'Monster' Jangkung, Argentina Cari Aman, Bakal Cadangkan Lisandro Martinez
Susunan Pemain:
Timnas Tunisia XI (3-4-2-1): Aymen Dahmen; Montassar Talbi, Yassine Meriah, Nader Ghandri; Wajdi Kechrida, Ellyes Skhiri, Aissa Laidouni, Ali Maaloul; Anis Slimane, Mohamed Ali Ben Romdhane; Wahbi Khazri (kapten).
Timnas Prancis XI (4-2-3-1): Steve Mandanda; Eduardo Camavinga, Ibrahima Konate, Raphael Varane (kapten), Axel Disasi; Youssouf Fofana, Aurelien Tchouameni; Kingsley Coman, Jordan Veretout, Matteo Guendouzi; Randal Kolo Muani.
Tag
Berita Terkait
-
Prancis Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Pasca Gasak Swedia 3-0
-
Kylian Mbappe Menggila, Siap Kejar Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia!
-
Rekor Gila Kylian Mbapp Warnai Pesta Gol Prancis Saat Bantai Irak 3-0 di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Mbappe, Dembele, hingga Olise: Mampukah Skuad Mewah Prancis Juara Piala Dunia 2026?
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!
-
Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji
-
Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken
-
Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss
-
Terkuak! Titik Lemah Penalti Lionel Messi: Sisi Kanan Jadi Kutukan