- Stale Solbakken membawa Norwegia mencapai perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Brasil dengan skor dua satu.
- Sebelum melatih, Solbakken pernah mengalami serangan jantung pada tahun 2001 yang memaksanya pensiun dini sebagai pemain profesional.
- Langkah impresif Norwegia di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti setelah mereka kalah satu dua dari timnas Inggris.
Suara.com - Perjalanan Stale Solbakken di Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal taktik dan kemenangan.
Pelatih Norwegia berusia 58 tahun itu tengah menulis sejarah dengan membawa negaranya ke perempat final, setelah menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1.
Namun, kisah paling dramatis Solbakken terjadi jauh sebelum turnamen ini.
Pada 13 Maret 2001, saat masih bermain untuk FC Copenhagen, ia mengalami serangan jantung dan dinyatakan meninggal secara klinis selama tujuh menit.
Dokter berhasil menghidupkannya kembali dalam perjalanan ke rumah sakit.
Solbakken kemudian koma selama 26 jam, sementara keluarganya, termasuk sang ibu, sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
“Jika saya bisa selamat dari itu, saya bisa selamat dari apa pun,” ujar Solbakken dikutip dari TycSport.
Setelah pulih, dokter menemukan kelainan jantung bawaan dan menyarankan ia pensiun.
Dengan alat pacu jantung terpasang, Solbakken mengakhiri karier bermainnya pada usia 33 tahun dan beralih menjadi pelatih.
Baca Juga: Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss
Karier kepelatihannya tidak selalu mulus. Sejak menangani tim nasional Norwegia pada 2020, ia sempat dikritik karena gagal membawa tim ke Piala Dunia 2022 dan Euro 2024, bahkan nyaris kehilangan pekerjaannya.
Namun kebangkitan akhirnya datang. Norwegia tampil impresif di kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk kemenangan telak atas Italia, hingga akhirnya melangkah jauh di turnamen ini.
Dengan mengandalkan bintang seperti Erling Haaland dan Martin Odegaard, Solbakken membangun tim ofensif yang efektif.
Strateginya terbukti ampuh membawa Norwegia mencatat sejarah baru di panggung dunia.
“Para pemain ini tidak hanya mengubah sejarah sepak bola Norwegia, tetapi juga sejarah negara kami,” katanya.
Namun perjalanan Solbakken bersama Norwegia terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan Inggris 1-2.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat
-
8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui
-
Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima
-
Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3
-
Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra
-
Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?
-
6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek
-
Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral
-
Diakui di Kancah Internasional, Pegadaian Raih Penghargaan Best Sukuk - SME di Kuala Lumpur