Suara.com - Winger andalan Timnas Indonesia, Witan Sulaeman belum hadir di pemusatan latihan (TC) skuad Garuda untuk persiapan Piala AFF 2022. Ternyata, pemain berusia 21 tahun itu masih berkompetisi bersama klubnya di Slovakia, AS Trencin.
Witan bersinar dalam laga terbaru AS Trencin melawan Spartak Trnava dalam lanjutan kompetisi musim dingin Liga Tipsport, kompetisi yang diikuti tim-tim dari Republik Ceko, Slovakia dan Malta, Selasa (29/11/2022) lalu.
Dalam laga tersebut, Witan Sulaeman dipercaya pelatih AS Trencin yang bernama Marian Zimen tampil sejak menit pertama. Pemain asal Palu ini menjawab kepercayaan sang pelatih.
Witan Sulaeman berhasil menyumbangkan satu gol untuk AS Trencin yang dicetak pada menit ke-20. Klubnya pun menang telak dengan skor 5-1.
Dengan kemenangan ini, AS Trencin pun kokoh di puncak klasemen Grup E dengan catatan enam poin dari dua kemenangan.
Lantas, seperti apa sepak terjang dari Spartak Trnava yang gawangnya dibobol oleh Witan Sulaeman ini?
Profil Spartak Trnava
Spartak Trnava merupakan klub di kompetisi utama Liga Slovakia. Mereka termasuk ke dalam daftar klub tersukses di negara Slovakia.
Klub ini pertama berdiri pada 30 Mei 1923 yang saat itu masih bernama TSS Trnava. Dalam perjalanannya, klub tersebut sempat berganti-ganti nama.
Baca Juga: Tembus 16 Besar Piala Dunia 2022 Bukti Mental Baja Australia, Napak Tilas Yugoslavia 1990
Mereka sempat berganti nama menjadi TJ Kovosmalt, ŠK Rapid Trnava (1923-39), Sokol NV Trnava (1948–49), ZTJ Kovosmalt Trnava (1949–53), Spartak Trnava (1953–67), Spartak TAZ Trnava (1967–88), Spartak ZTS Trnava (1988–93). Nama FC Spartak Trnava akhirnya resmi digunakan pada 1993 hingga sekarang.
Ketika masih berkompetisi di Cekoslovakia, Spartak Trnava mengoleksi 5 gelar juara Liga Cekoslovakia, dan 4 kali menjuarai Piala Cekoslovakia.
Kesuksesan mereka tetap berlanjut ketika Cekoslovakia pecah dan mereka bergabung dengan Slovakia. Mereka tercatat mengoleksi 1 gelar juara Liga Slovakia, 7 gelar Piala Slovakia, dan sekali Piala Super Slovakia.
Di level kompetisi Eropa, Spartak Trnava juga sempat menorehkan prestasi. Mereka sempat menjadi semifinalis Liga Champions 1968/69 (saat itu masih bernama European Cup), dan dua kali masuk ke perempat final (1972/73 dan 1973/74).
Spartak Trnava juga pernah menjuarai Piala Mitropa, yang merupakan salah satu kompetisi antar klub pertama di Eropa yang bergulir dari 1927 hingga 1992.
Saat ini, klub yang bermarkas di Anton Malatinsky Stadium tersebut dilatih oleh Michal Gasparik. Pelatih berusia 40 tahun itu sudah melatih Spartak Trnava sejak 2021.
[Aditia Rizki]
Berita Terkait
-
Putra Legenda Singapura Kirim Sinyal Bahaya untuk Timnas Indonesia Jelang Duel Penentuan
-
Nasib Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 di Tangan Singapura, Erick Thohir Singgung Target
-
Rekor Pertemuan Singapura vs Timnas Indonesia: Garuda Unggul, tapi Punya Catatan Buruk di Piala AFF
-
Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus