Suara.com - Kabar baik datang untuk Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2022. Dua pemain abroad yakni Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman akan segera bergabung dengan pemusatan latihan (TC) skuad Garuda di Bali.
Hal itu disampaikan asisten pelatih Timnas Indonesia Nova Arianto. Dia menyebut kedua pemain bakal tiba di Indonesia pada 5 Desember mendatang.
Pelatih Shin Tae-yong memanggil 28 pemain untuk menjalani TC bersama Timnas Indonesia di Bali sejak 28 November lalu.
Namun, tak semua pemain bisa hadir tepat waktu, termasuk Egy dan Witan yang sebelumnya masih harus membela klubnya masing-masing di Liga Slovakia.
Kini, Egy dan Witan kompak dilepas klubnya masing-masing lantaran Liga Slovakia tengah memasuki fase jeda kompetisi.
FC Zion Zlate Moravce, klub Egy dan FC Trencin, tim Witan baru akan bertanding lagi pada Februari 2023.
"Egy dan Witan rencananya bergabung tanggal 5 (Desember 2022)," kata Nova Arianto saat dihubungi oleh awak media, Sabtu (3/12/2022).
Sayangnya, kabar baik yang datang dari Egy dan Witan tidak dibarengi satu pemain abroad lainnya yakni Elkan Baggott. Bek tengah berdarah Inggris itu belum bisa dipastikan bergabung dengan Timnas Indonesia.
Jika pun dilepas timnya yakni Gillingham FC, Elkan Baggot disebut Nova Arianto kemungkinan baru bisa memperkuat tim Merah Putih sejak babak semifinal.
Baca Juga: Jordi Amat Sudah Tak Sabar Ingin Segera Tampil Bersama Timnas Indonesia
"Saya sempat ke Inggris dan bertemu dengan Elkan Baggott. Memang ada perjanjian dengan klubnya. Jadi, Elkan Baggott belum mendapatkan izin untuk bermain dengan timnas Indonesia di babak penyisihan," ujar Pelatih Timnas Shin Tae-yong beberapa waktu lalu.
"Kemungkinan (Elkan Baggott) baru bisa main di semifinal dan final," pungkas juru formasi asal Korea Selatan tersebut.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A pada Piala AFF 2022. Mereka akan bersaing memperebutkan tiket semifina dengan Thailand, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam.
Piala AFF 2022 dijadwalkan bergulir mulai 20 Desember 2022 hingga 16 Januari 2023. Event dua tahunan ini akan menggunakan format home-away seperti masa pra-pandemi Covid-19.
Berita Terkait
-
Jordi Amat Prediksi Sejauh Mana Kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF 2022
-
Deretan Jebolan Piala AFF 2020 yang Bela Timnas Indonesia di Edisi 2022
-
Puji Shin Tae-yong, Sandy Walsh: Pengetahuannya Tentang Sepak Bola Luas
-
Sandy Walsh Ungkap Keganasan Romelu Lukaku, Pernah Dihantam Hingga Mimisan
-
Ada Elkan Baggott, Berikut Deretan Pemain Jangkung di Piala AFF 2022
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional