Suara.com - Berstatus salah satu favorit juara, Timnas Spanyol nyatanya harus tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2022 setelah kalah adu penalti. Bicara babak tos-tosan, Spanyol kini sah jadi tim paling sial di pentas Piala Dunia.
Spanyol kalah adu penalti lawan Maroko setelah kedua tim bermain imbang 0-0 dalam 120 menit pertandingan di Stadion Education City, Qatar, Rabu (7/12/2022) dini hari WIB.
Pada babak adu penalti, tiga penendang Spanyol yaitu Pablo Sarabia, Carlos Soler dan Sergio Busquets gagal melaksanakan tugasnya, sedangkan tiga dari empat penendang Maroko yaitu Abdelhamid Sabiri, Hakim Ziyech serta Achraf Hakimi sukses membobol gawang Unai Simon.
Yang menarik, pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique sebelumnya mengungkapkan jika skuadnya sudah dibekali instruksi mengambil 1.000 penalti untuk Piala Dunia 2022 ini sebagai bentuk latihan ketika berada di klub maupun di timnas.
"Lebih dari setahun yang lalu, di salah satu kamp Spanyol, saya mengingatkan, mereka harus tiba Piala Dunia 2022 dengan setidaknya melakukan 1.000 kali penalti," kata Enrique baru-baru ini seperti dilansir football-espana.
Kenyataannya, Spanyol sama sekali tak bergigi dalam adu penalti lawan Maroko. Tendangan Sarabia membentur tiang, sementara sepakan 12 pas Soler dan Busquets bisa dibaca dan dibendung kiper Maroko, Yassine Bounou.
Menurut catatan Squawka, Spanyol kalah empat kali dalam lima keterlibatan mereka dalam babak adu penalti di fase gugur Piala Dunia.
Dengan catatan tersebut, La Furia Roja --julukan Timnas Spanyol-- jadi tim yang paling banyak merasakan kekalahan di adu penalti Piala Dunia ketimbang negara-negara lainnya.
Spanyol kalah di babak tos-tosan lawan Belgia di Piala Dunia 1986, kalah lawan tuan rumah Korea Selatan di Piala Dunia 2002, kalah lawan tuan rumah Rusia empat tahun lalu, serta yang teranyar tumbang lawan Maroko.
Baca Juga: Piala Dunia 2022: Cetak Hat-trick, Goncalo Ramos Bersinar Saat Portugal Bantai Swiss 6-1
Berita Terkait
-
Donald Trump dan Presiden FIFA Dicemooh Suporter Saat Penyerahan Trofi Piala Dunia 2026
-
Spanyol Bawa 'Hadiah' Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pele dan Mbappe, Jadi Pemain Termuda Juara Euro dan Piala Dunia
-
Setelah 16 Tahun, Spanyol Kembali Jadi Raja Sepak Bola Dunia
-
Pecah Rekor Rp14 Triliun! FIFA Kucurkan Hadiah Fantastis untuk Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina
-
Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya: Perjalanan Berdamai dengan Luka Masa Lalu
-
Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Dampingi UMKM hingga Raih Izin Resmi, Inilah Upaya BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Cara Cabut Berkas Motor Terbaru, Ini Syarat dan Langkah Praktisnya Biar Nggak Ribet
-
Oppo Find X10 Series Dikabarkan Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata