Menteri Diktisaintek Ungkap Dampak Kemiskinan: Anak Sulit Dapat Pendidikan, Pilihan Kerja Terbatas

Rabu, 16 September 2026 | 15:35 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. (Suara.com/Novian)
  • Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyatakan kemiskinan keluarga membatasi akses pendidikan dan mempersempit pilihan pekerjaan anak.
  • Pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp15 triliun setiap tahun melalui beasiswa KIP Kuliah untuk membantu keluarga kurang mampu.
  • Brian menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan tinggi diperlukan untuk mengakhiri siklus kemiskinan bangsa.

Suara.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto, menyoroti dampak kemiskinan terhadap kesempatan anak mendapatkan pendidikan.

Menurutnya, keterbatasan ekonomi keluarga dapat membuat anak kesulitan mengakses pendidikan yang memadai hingga akhirnya memiliki pilihan pekerjaan yang lebih terbatas.

Ia mengatakan, kondisi tersebut dapat membuat kemiskinan terus berulang dalam sebuah keluarga.

"Kita tahu bahwa kemiskinan seringkali diwariskan, anak yang lahir berasal dari keluarga berpenghasilan terbatas, biasanya sulit mendapatkan pendidikan. Tanpa pendidikan yang memadai, pilihan pekerjaannya tentu menjadi sangat terbatas, menjadi sempit," kata Brian dalam acara Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Karena itu, Brian menilai pendidikan menjadi salah satu jalan untuk memutus kondisi tersebut.

Ia menekankan pentingnya membuka akses pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Satu-satunya jalan untuk menghentikan sistematik yang terus terjadi pada keluarga-keluarga yang kurang mampu adalah dengan pendidikan," ujarnya.

Brian juga mengaitkan pendidikan tinggi dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.

Menurutnya, perguruan tinggi menjadi tempat bagi talenta muda untuk mengembangkan kemampuan yang nantinya dapat berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting bagi negara untuk berkembang menjadi negara maju.

"Kemajuan suatu bangsa ditentukan sejauh mana kita bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemiskinan bisa kita hilangkan kalau kita maju secara ilmu dan pengetahuan," ujarnya.

Pemerintah Kucurkan Rp15 Triliun untuk Beasiswa

Brian mengatakan pemerintah juga terus memberikan dukungan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Ilustrasi pemukiman padat penduduk di bantaran rel. [Antara]

Ia menyebut anggaran yang dikucurkan pemerintah setiap tahun untuk membantu keluarga tidak mampu mencapai lebih dari Rp15 triliun, termasuk melalui beasiswa KIP Kuliah.

"Pemerintah tentu sudah berjuang keras, setiap tahun lebih dari 15 triliun dibelanjakan, diberikan oleh pemerintah untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu, anak-anak yang mendapatkan beasiswa KIP K," kata Brian.

Namun, ia mengakui penerima beasiswa KIP Kuliah masih terbatas. Karena itu, menurut Brian, kontribusi perguruan tinggi dan para mitra pemberi beasiswa juga diperlukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa.

"Meskipun beasiswa KIP K juga sangat terbatas, namun kami sangat berterima kasih banyak sekali perguruan tinggi-perguruan tinggi yang rela dan juga berkontribusi, berkorban memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa," ujarnya.

Brian mengatakan terdapat kampus yang memiliki biaya pendidikan relatif mahal tetapi tetap menerima mahasiswa penerima KIP Kuliah. Sehingga turut berkontribusi memudahkan akses pendidikan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com