Suara.com - Maroko bisa cetak sejarah lagi di Piala Dunia 2022 setelah gagal masuk final Piala Dunia 2022 setelah dikalahkan Prancis. Maroko akan lawan Kroasia di perebutan juara ketiga, Sabtu depan. Ini lah momen sejarah baru itu bisa direbut Maroko.
Kroasia vs Maroko digelar di Khalifa International Stadium, Doha pada Sabtu (17/12) pukul 22.00 WIB.
Maroko bisa jadi negara Afrika pertama yang rebut juara 3 Piala Dunia 2022.
Jikalau itu tidak berhasil direbut, sebenarnya Maroko sudah cetak sejarah jadi negara Afrika pertama yang sampai babak semifinal.
Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya ada dua tim dari kawasan selain Eropa dan Amerika Selatan yang mencapai babak semifinal turnamen sepak bola sejagat yang diadakan setiap empat tahun sekali itu.
Pertama, Korea Selatan pada Piala Dunia 2002. Kedua, Maroko dua puluh tahun kemudian dalam Piala Dunia Qatar 2022 ini.
Kedua tim tampil mengesankan sebelum mencapai babak empat besar.
Kalau Korea Selatan menjungkalkan Portugal pada fase grup dan kemudian menggulingkan Italia dalam 16 besar dan lalu melibas Spanyol dalam perempatfinal, maka prestasi Maroko tak kalah angkernya.
Sama dengan Korea Selatan pada 2002 yang masuk fase knockout dengan memuncaki grupnya, Maroko juga begitu.
Baca Juga: Daftar Top Skor Piala Dunia 2022: 4 Penyerang Berebut Sepatu Emas
Mereka tak terkalahkan selama fase grup dan bahkan menumbangkan peringkat dua dunia Belgia untuk memuncaki Grup F.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional