Suara.com - Pelatih Bali United Stefano Cugurra menanggapi kegagalan Timnas Indonesia menundukkan Thailand dalam matchday ketiga Piala AFF 2022 pada 29 Desember lalu. Menurutnya, ada beberapa catatan yang membuat skuad Gajah Perang masih di atas Garuda.
Seperti diketahui Timnas Indonesia bermain seri 1-1 melawan Thailand. Tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Garuda unggul lebih dahulu lewat gol Marc klok menit ke-50.
Lalu, Thailand menyamakan kedudukan pada menit ke-79 melalui tembakan Sarach Yooyen ke gawang yang dijaga Nadeo Arga Winata setelah membentur Ricky Kambuaya.
Padahal Indonesia unggul jumlah pemain pada menit ke-62 usai Sanrawat Dechmitr diusir wasit dengan kartu merah usai menjatuhkan Saddil Ramdani. Mendapat keunggulan itu, Indonesia malah kedodoran meladeni serangan Thailand.
Stefano Cugurra sedikit menanggapi hasil ini. Ada beberapa hal menurut pelatih yang akrab disapa Teco membuat Thailand terus berkembang dari segi sepak bolanya salah satunya adalah kompetisi tersusun dengan bagus.
Selain itu, Teco juga singgung fasilitas latihan yang memadai. Sementara di Indonesia, kompetisi seringkali terhenti secara mendadak karena berbagai alasan. Jadwalnya pun berubah-ubah kadang tidak menentu.
"Yang beda ada pada jadwal kompetisi. Di sana (Thailand) sudah mengetahui kapan pertandingan pertama dan terakhir di kompetisi mereka," kata Teco dilansir dari laman klub, Sabtu (31/12/2022).
"Hal itu membuat tim pelatih tidak salah menentukan program untuk latihan. Selain itu fasilitas buat latihan juga lebih bagus di Thailand,” jelasnya.
Adapun Timnas Indonesia akan melanjutkan perjuangan di Piala AFF 2022 menghadapi Filipina, Senin (2/1). Tiga poin wajib didapat andai mau memastikan diri melangkah ke babak semifinal.
Baca Juga: 3 Skenario Malaysia Tersingkir di Fase Grup Piala AFF 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey