Suara.com - Widodo Cahyono Putro menjadi pelatih lokal pertama yang dipecat di putaran kedua BRi Liga 1 musim ini. Pengumuman telah berakhirnya kerja sama antara Widodo dengan Bhayangkara FC hadir pada Sabtu (4/2/2023) lewat akun Instagram klub.
Widodo sendiri ditunjuk sebagai pelatih Bhayangkara FC di Liga 1 2022/23 untuk menggantikan posisi Paul Munster yang memutuskan hengkang.
"Bhayangkara FC dan coach Widodo resmi mengakhiri kerja sama. Terima kasih atas pikiran dan tenaga yang sudah diberikan untuk The Guardian."
“Semoga sukses selalu menyertai,” tulis pernyataan Bhayangkara FC yang mengunggah foto sang pelatih.
Hadirnya Widodo diharapkan bisa mengangkat prestasi The Guardian, terlebih Widodo sebelumnya membuat Persita tampil impresif di bawah arahannya.
Namun harapan tak berjalan sesuai kenyataan. Bhayangkara FC di tangan Widodo tak tampil konsisten sejauh Liga 1 musim ini berjalan.
Bahkan memasuki putaran kedua ini, Bhayangkara FC cuma menduduki peringkat ke-15 di papan klasemen. Mereka mengoleksi 23 poin dan cuma berjarak enam angka dari RANS Nusantara di posisi ke-16.
Kendati begitu, posisi Bhayangkara FC sebetulnya tak terlalu jauh dengan papan tengah. Mereka cuma berjarak tiga angka dari Arema FC yang ada di posisi ke-10.
Bhayangkara FC juga sebetulnya meraih hasil positif di laga terakhir Liga 1. Melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Kamis (2/2) kemarin, Bhayangkara FC menang 3-1.
Baca Juga: Komentar Luis Milla Usai Persib Bandung Tekuk PSS Sleman dan Kembali ke Puncak Klasemen
Namun demikian, performa inkonsisten dari Bhayangkara FC musim ini di Liga 1 membuat manajemen nampaknya tidak puas dengan kinerja Widodo C Putro hingga akhirnya memutuskan pisah jalan.
Sebelumnya ada Nil Maizar yang dipecat Dewa United dan Djadjang Nurjaman yang didepak dari Persikabo 1973.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey